TOBOALI — KONI Bangka Selatan tak ingin mengulang kesalahan pengurus periode sebelumnya yang kini berurusan dengan hukum. Melalui rapat koordinasi dan bimbingan teknis (bimtek) yang digelar di Aula Sekretariat KONI setempat, seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) dibekali teknis penggunaan dan pertanggungjawaban dana hibah secara ketat dan transparan.
Ketua Umum KONI Bangka Selatan, Andri Fahrial, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif. Ia menyebut pembekalan ini adalah upaya preventif agar setiap rupiah dana yang keluar dapat ditelusuri dan tidak menyalahi peruntukan.
"Pertama itu harus betul-betul sesuai untuk peruntukan. Jangan sampai di kemudian hari terdapat masalah hukum seperti pengurus-pengurus sebelumnya dan daerah lain yang saat ini bermasalah dengan hukum," ujarnya, Kamis (13/08).
Narasumber dari Tiga Institusi Pengawas
Bimtek yang mengusung tema "Tertib Pengelolaan Dana Hibah Olahraga Demi Prestasi Cabor yang Gemilang dan Akuntabel" ini menghadirkan tiga narasumber kunci. Mereka adalah Maridup Simanjuntak, S.E., CRMO., dari Inspektorat Daerah Bangka Selatan, Sulastri, S.H., dari Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, serta Budi Harman, S.H., dari Polres Bangka Selatan.
Kehadiran tiga institusi tersebut memberikan perspektif berbeda kepada pengurus KONI dan seluruh cabor. Mulai dari aspek kepatuhan administrasi versi aparat pengawas intern pemerintah, hingga pemahaman tentang potensi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan negara dari sisi jaksa dan penyidik kepolisian.
Fokus pada Akuntabilitas Menuju Porprov
Kepengurusan KONI Bangka Selatan yang baru berkomitmen membenahi tata kelola organisasi dari hulu ke hilir. Prioritas utama saat ini adalah memastikan anggaran hibah yang telah ditetapkan untuk menghadapi Porprov pada November mendatang dikelola dengan prinsip akuntabilitas penuh.
Kegiatan yang juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (DPKO) Kabupaten Bangka Selatan, Evi Sastra, ini diikuti oleh pengurus KONI dan seluruh pengurus cabor di bawah naungannya. Para peserta mendapat pendalaman materi mengenai mekanisme pencairan, batasan penggunaan dana, hingga format laporan pertanggungjawaban yang sesuai regulasi.
Dengan adanya pembekalan ini, KONI Bangka Selatan berharap para atlet dan pengurus dapat fokus pada peningkatan prestasi tanpa dibayangi kekhawatiran akan kesalahan pengelolaan keuangan di kemudian hari.