PANGKALPINANG — Ratusan pohon khas Pulau Bangka kini menghiasi Taman Dealova, Pangkalpinang. Pelindo Regional 2 Pangkalbalam menanam 650 bibit dari 17 jenis tanaman endemik dalam agenda penghijauan yang digelar bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang.
Plh General Manajer PT Pelindo Regional 2 Pangkalbalam, Afrizal, menyebut penanaman ini bukan sekadar seremonial. Perusahaan menargetkan pepohonan itu tumbuh besar dan memberi dampak nyata bagi pengunjung taman dalam satu dekade ke depan.
Jenis yang ditanam bukan tanaman biasa. Sebagian besar merupakan vegetasi asli hutan Bangka yang kini makin jarang ditemui di perkotaan. Di antaranya Manggis Klabang, Pelawan, Nyatoh, Jelutung, hingga Eucalyptus Rainbow.
Selain itu ada pula Palem Ekor Tupai, Damar, Gaharu, Cemara Balon, Jambu Hutan, Rambai, Lansat, Bacang, Kecapi, Manggis, Mentega, dan Palem Merah. Pemilihan jenis ini disesuaikan dengan fungsi ekologis dan estetika taman.
Afrizal menjelaskan, keberadaan pohon dewasa nantinya akan menyerap panas dan menciptakan udara yang lebih sejuk. Hal ini dinilai krusial mengingat musim kemarau tahun ini terasa lebih panas dari biasanya.
"Musim kemarau tahun ini kondisi cuaca cukup panas sekali dan dengan adanya penanaman pohon ini diharapkan 10 tahun ke depan kondisi lingkungan semakin asri, hijau, dan dapat mengurangi dampak cuaca ekstrem ini," ujar Afrizal dalam keterangannya, Kamis.
Ia menambahkan, taman yang teduh akan membuat warga lebih nyaman berolahraga, bersantai, atau sekadar bermain bersama keluarga. "Dengan adanya kegiatan penghijauan ini diharapkan masyarakat semakin nyaman beraktivitas di taman ini," katanya.
Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Fahrizal, menyambut baik inisiatif Pelindo. Menurutnya, kontribusi perusahaan pelat merah ini menambah keteduhan ruang terbuka hijau milik Pemkot Pangkalpinang.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pelindo Regional 2 Pangkalbalam yang telah menanam ratusan tanaman endemik ini, sehingga dapat menambah keteduhan dan mengurangi dampak perubahan iklim di daerah ini," kata Fahrizal.
Kerja sama ini diharapkan berkelanjutan. Selain menambah koleksi vegetasi khas daerah, penanaman pohon endemik juga menjadi upaya konservasi spesies lokal yang mulai tergerus alih fungsi lahan di Bangka Belitung.