Pencarian

Gua Singa Selecta Bukan Patung Biasa, Pintu Masuk Terowongan 20 Meter di Taman Rekreasi Warisan 1928

Jumat, 14 Agustus 2026 • 07:29:01 WIB
Gua Singa Selecta Bukan Patung Biasa, Pintu Masuk Terowongan 20 Meter di Taman Rekreasi Warisan 1928
Pengunjung memasuki terowongan sepanjang 20 meter melalui mulut patung Gua Singa di Taman Rekreasi Selecta, Batu.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Selecta bukan taman rekreasi biasa. Tempat yang berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 17 derajat Celcius ini menyimpan cerita panjang yang jarang diketahui pengunjung. Dari hotel mewah milik Hindia Belanda, sempat dibumihanguskan saat Revolusi Fisik, hingga akhirnya dibeli 47 tokoh masyarakat dengan patungan Rp 305.000 pada 1949—angka yang fantastis ketika harga emas satu gram hanya Rp 10.

Terowongan 20 Meter di Dalam Mulut Singa

Gua Singa di Selecta berbeda dari patung singa pada umumnya. Kepala singa raksasa di taman ini menjadi gerbang menuju lorong buatan sepanjang sekitar 20 meter dengan tinggi 180 cm. Pengunjung yang masuk ke "mulut singa" akan menyusuri terowongan di bawah pohon beringin rindang sebelum keluar di sisi lain.

"Saking senangnya..." begitu kesan yang terekam dalam catatan perjalanan seorang pengunjung, menggambarkan kegembiraan menjelajahi lorong misterius tersebut. Gua Singa kini menjadi daya tarik utama yang selalu disebut dalam berbagai ulasan wisata tentang Selecta.

Singa Penghibur di Tengah Sejarah Panjang Selecta

Kehadiran singa di Selecta bukan tanpa alasan. Wilayah Batu dan sekitarnya sejak abad ke-10 memang dikenal sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan. Singa dipilih sebagai simbol kekuatan dan kewibawaan yang menghiasi tempat peristirahatan para bangsawan, baik era kerajaan maupun kolonial.

Presiden Soekarno pernah singgah di Selecta selama 15 hari pada masa pendudukan Jepang. Ia meninggalkan pesan agar taman ini dibangun secara mandiri demi kebanggaan nasional. Sejak diresmikan kembali pada 19 Januari 1950, Selecta dikelola putra-putri Indonesia dan terus dikembangkan dengan berbagai wahana bertema satwa.

Singa di Batu Berbeda dari Singa di Malang

Patung singa di Selecta memiliki karakter yang bertolak belakang dengan saudaranya di Malang. Jika singa di Taman Dempo dan Taman Trunojoyo berdiri khusyuk sebagai penjaga kota, singa di Selecta justru mengajak pengunjung masuk ke dalam mulutnya, menjelajahi lorong gelap, dan keluar dengan senyuman.

Selain Gua Singa, kawasan ini juga memiliki wahana Taman Singa yang menegaskan bahwa singa menjadi tema sentral destinasi wisata legendaris tersebut. Bersama patung-patung hewan raksasa lainnya, singa-singa di Selecta menjadi bagian dari ekosistem taman bunga yang hijau dan sejuk.

Di sinilah letak keajaiban Selecta: sebuah tempat di mana sejarah, hiburan, dan simbolisme bertemu dalam satu harmoni yang abadi. Singa di taman ini tidak hanya diam memandang, tetapi terus "mengaum" menyambut jutaan wisatawan setiap tahunnya. (*)

Follow www.belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aremafc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks