Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bangka, Taufik Koriyanto, mengenang Massuri sebagai pekerja keras yang selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Bukti nyata kepedulian almarhum: dua unit ambulans milik pribadi untuk menjemput dan mengantar warga sakit atau meninggal dunia.
“Seluruh biaya operasional dan sopir kedua ambulans itu ditanggung sendiri oleh Massuri,” ujar Taufik, Kamis (30/7/2026). Pengabdian ini sudah dijalani sejak periode pertama Massuri menjabat sebagai anggota DPRD Bangka.
Rekan Sejawat Kehilangan Sosok Inspiratif
Ketua Komisi III DPRD Bangka, Mendra Kurniawan, membenarkan kabar duka tersebut. Massuri telah dirawat di RSUD Depati Bahrin sejak Selasa (28/7/2026) karena sakit komplikasi. Mendra mengaku Fraksi Gerindra kehilangan sosok yang kinerjanya sebagai wakil rakyat sangat baik.
“Beliau orang yang baik, pekerja keras, dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat,” kenang Taufik. Ia menambahkan, Massuri merupakan kader militan Partai Gerindra yang dua kali ditempa di Bukit Hambalang—baik saat menjadi Ketua PAC Gerindra Belinyu maupun setelah menjadi anggota DPRD.
Proses PAW: Ruswanda Calon Pengganti
Dengan meninggalnya Massuri, kursi DPRD Bangka dari Fraksi Gerindra otomatis kosong. Terkait Pergantian Antar Waktu (PAW), Taufik menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pleno KPU Kabupaten Bangka, calon pengganti yang berhak adalah Ruswanda—kader di urutan perolehan suara di bawah Massuri.
“Belum kita bahas terkait PAW, nanti kita koordinasikan di internal DPC Gerindra Bangka dan dengan KPU Bangka,” jelas Taufik. Saat meninggal, almarhum mengemban amanah sebagai Ketua PAC Belinyu dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bangka.