BELINYU — Antusiasme warga terlihat sejak pagi saat puluhan orang tua mendaftarkan anak mereka dalam program sosial ini. Bagi sebagian keluarga, khitanan massal menjadi solusi atas biaya sunat yang kerap memberatkan jika dilakukan secara mandiri.
Menunggu Program Gratis demi Ringankan Biaya
Salah satu orang tua, Merlia, mengaku sengaja menunggu program ini untuk anak keduanya, Rifki (11). Sebelumnya, anak pertamanya juga pernah mengikuti khitanan massal serupa dari PT TIMAH.
“Tidak ada rencana mengikuti khitanan di luar karena tahu biayanya, makanya saya menunggu khitanan massal ini. Abangnya Rifki dulu juga ikut kegiatan ini,” ujar Merlia.
Meski sempat khawatir melihat peserta lain menangis, ia tetap bersyukur anaknya bisa mendapatkan layanan gratis. “Saya merasa gembira dengan adanya khitanan massal ini. Tadinya sempat takut juga karena banyak peserta yang menangis,” katanya.
Arkha Tak Takut, Malah Senang Dapat Hadiah
Kegembiraan serupa dirasakan Nurmansyah yang mengantarkan putranya, Arkha (10). Ia mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Alhamdulillah, saya merasa senang dengan adanya kegiatan ini karena kami merasa sangat terbantu juga,” ungkapnya.
Arkha sendiri justru tidak merasa takut saat menjalani proses khitanan. Setelah selesai, ia terlihat senang karena mendapatkan pengalaman baru dan suvenir dari kegiatan tersebut.
Suasana Sempat Diwarnai Tangisan Peserta
Sekretaris Kecamatan Belinyu, Agus Rafina, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, suasana sempat diwarnai tangisan sejumlah anak, bahkan ada peserta yang ikut menangis setelah melihat temannya.
“Tadi dilihat ada anak yang tenang, kemudian ada yang ikut menangis melihat anak yang lain menangis. Keteteran juga orang tua mereka,” ucap Agus.
Meski demikian, ia menilai kegiatan berlangsung lancar. Agus berharap program sosial seperti ini terus berlanjut di Belinyu sebagai bentuk sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah.
“Khitanan massal ini memberikan dukungan kepada kami selaku pemerintah daerah di Kecamatan Belinyu. Semoga bantuan seperti CSR dapat dilaksanakan terus-menerus,” harapnya.