BANGKA BARAT — Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bakesbangpol Bangka Barat, Senin (10/8/2026), menghasilkan kesepakatan untuk memberikan ruang partisipasi bagi pelaku UMKM dalam perayaan HUT ke-81 RI. Langkah ini diambil menyusul besarnya potensi ekonomi rakyat yang dinilai mampu menggerakkan roda usaha lokal jika dikelola dengan baik.
Thanthowi menyebut potensi UMKM di Bangka Barat sangat besar dan layak mendapat ruang lebih luas di tengah kegiatan daerah. Namun, ia mengingatkan agar partisipasi tersebut tidak berujung pada kekacauan lokasi ataupun mengganggu kelancaran acara.
"Saya menyadari potensi UMKM kita luar biasa. Dan saya yakin kehadiran UMKM bisa meningkatkan geliat ekonomi rakyat. Tapi tolong, harus tertib," kata Thanthowi.
Space Khusus dan Syarat Keikutsertaan Pedagang
Bakesbangpol bersama DKUP telah menyiapkan space khusus bagi para pelaku usaha yang ingin membuka lapak selama rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI berlangsung. Penempatan lokasi dirancang agar tidak mengganggu akses pengunjung dan jalannya upacara.
Ketentuan lain yang ditekankan adalah kewajiban pelaku UMKM untuk terdaftar resmi di DKUP Bangka Barat. Pendataan ini menjadi dasar bagi petugas untuk mengatur jumlah lapak dan jenis dagangan yang akan mengisi area yang telah dialokasikan.
"Kami sudah menyiapkan space khusus untuk UMKM," ujarnya.
Koordinasi DKUP Jadi Kunci Ketertiban Lapak
Para pedagang diminta aktif berkoordinasi dengan DKUP sebelum menempati lokasi yang disediakan. Hal ini untuk memastikan aktivitas perdagangan berjalan tertib serta menghindari adanya lapak liar di luar area yang telah ditentukan.
Dengan skema ini, pemerintah daerah berharap perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum mendorong transaksi ekonomi warga. Keterlibatan UMKM dinilai mampu memberi dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil di Bangka Barat.