TOBOALI — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan membuka peluang selebar-lebarnya bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Hal ini menyusul masih tersedianya sekitar 65 kuota Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Pertiba yang hingga kini belum terisi penuh.
Wakil Bupati Basel, Debby Vita Dewi, menyebut kuota tersebut merupakan momentum yang tidak boleh dilewatkan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Ia mengajak para orang tua dan calon mahasiswa untuk aktif mencari informasi pendaftaran sebelum kuota habis.
Sinergi Pemkab Basel dan Universitas Pertiba Buka Akses Pendidikan Tinggi
Kesempatan itu mengemuka dalam audiensi antara jajaran Universitas Pertiba dan Pemkab Basel di Ruang Kerja Wakil Bupati, Jumat (7/8/2026). Rombongan kampus dipimpin langsung Rektor Dr. Suhardi, didampingi sejumlah wakil rektor dan dekan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Debby menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten. “Pemkab Basel terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas ASN, pengembangan kajian ilmiah, hingga pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Empat Riset Prioritas: dari Lada hingga Kawasan Batu Betumpang
Tak hanya soal beasiswa, audiensi tersebut juga membahas peluang kerja sama penelitian yang menyasar potensi unggulan Basel. Universitas Pertiba menawarkan riset dengan empat tema prioritas, yakni ketahanan pangan, pengembangan komoditas lada, sektor pariwisata, serta pengembangan kawasan Perkotaan Baru Batu Betumpang.
“Universitas Pertiba juga menawarkan penguatan kompetensi aparatur pemerintah melalui jenjang pendidikan tinggi. Program tersebut dapat menyasar kepala desa, perangkat desa, pimpinan OPD, hingga aparatur pemerintah lainnya,” kata Debby.
Rektor: Tridharma Butuh Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Rektor Universitas Pertiba, Dr. Suhardi, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjajaki bentuk kerja sama nyata. Menurutnya, implementasi Tridharma Perguruan Tinggi tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah.
“Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah agar manfaat pendidikan, penelitian, dan pengabdian dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat,” jelas Suhardi.
Ia berharap kolaborasi ini mampu menghasilkan inovasi serta solusi berbasis akademik untuk mendukung pembangunan Basel. “Sekaligus memperkuat kualitas SDM menuju Basel yang semakin maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.