KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kebakaran terjadi di gedung milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu sekitar pukul 20.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran dari berbagai sektor diterjunkan setelah menerima laporan warga dan petugas keamanan gedung yang melihat kepulan asap tebal dari lantai dua bangunan.
Kendala Akses dan Upaya Pendinginan di Lantai Dua
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta yang memimpin langsung operasi di lokasi menyatakan api berhasil dilokalisir dalam waktu kurang dari satu jam. Proses pembasahan atau pendinginan masih terus dilakukan hingga tengah malam untuk mencegah munculnya titik api baru.
“Kami kerahkan 20 unit mobil pemadam dengan total 100 personel. Kendala utama adalah akses menuju lantai dua yang sempit dan material bangunan yang mudah terbakar,” ujarnya di lokasi kejadian.
Petugas sempat kesulitan menjangkau sumber api karena panas yang tinggi dan kepulan asap pekat. Beberapa jendela di lantai dua terpaksa dipecahkan untuk memberi jalan bagi selang pemadam.
Gedung Semipermanen dan Proses Evakuasi Berkas Pajak
Gedung Bapenda yang terbakar diketahui merupakan bangunan semipermanen yang selama ini digunakan sebagai ruang arsip dan loket pelayanan. Saat kebakaran terjadi, sebagian besar pegawai sudah meninggalkan kantor sehingga tidak ada korban luka dalam insiden ini.
Petugas kepolisian bersama aparat keamanan gedung langsung memasang garis polisi di sekeliling area. Sejumlah dokumen perpajakan dan berkas administrasi yang berada di dekat lokasi kebakaran berhasil dievakuasi ke tempat aman oleh petugas.
Belum diketahui penyebab pasti kebakaran. Tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Metro Jaya dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara pada Sabtu pagi untuk menyelidiki asal mula api.
Dampak Pelayanan dan Investigasi Penyebab Kebakaran
Insiden ini dipastikan mengganggu operasional layanan pajak daerah yang biasa berjalan setiap hari kerja. Pihak Bapenda DKI Jakarta belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai relokasi pelayanan sementara bagi wajib pajak yang hendak mengurus administrasi.
Kebakaran ini menjadi perhatian serius mengingat Bapenda merupakan salah satu instrumen vital penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta. Data internal mencatat gedung tersebut menyimpan ribuan dokumen wajib pajak badan dan perorangan yang belum terdigitalisasi penuh.
Wali Kota Jakarta Pusat yang turut meninjau lokasi meminta agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Pemerintah kota juga akan berkoordinasi dengan Dinas Gulkarmat untuk melakukan audit kelistrikan di seluruh gedung perkantoran milik Pemprov DKI sebagai langkah pencegahan.