Pencarian

Menteri Wihaji Temui Warga Rusunawa Pangkalbalam yang Rumahnya Kerap Terendam Rob dan Rawan Buaya

Jumat, 07 Agustus 2026 • 13:18:01 WIB
Menteri Wihaji Temui Warga Rusunawa Pangkalbalam yang Rumahnya Kerap Terendam Rob dan Rawan Buaya
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji berdialog dengan warga Rusunawa Pangkalbalam, Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026).

PANGKALPINANG — Persoalan stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya berhenti pada urusan asupan gizi. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menemukan langsung kondisi hunian yang tidak layak menjadi salah satu pemicu utama saat meninjau keluarga berisiko stunting (KRS) di Rusunawa Pangkalbalam, Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026).

Dalam kunjungan itu, Wihaji berdialog dengan warga bernama Soleha yang akrab disapa Leha. Perempuan ini tinggal bersama empat anaknya di kawasan yang kerap terdampak banjir rob saat air laut pasang.

Rumah Warga Kerap Dimasuki Buaya Saat Banjir Pasang

Soleha menyampaikan keluhannya langsung kepada menteri. Ia mengaku cemas dengan keselamatan anak-anaknya karena saat banjir pasang, kawasan Rusunawa Pangkalbalam rawan dimasuki buaya.

"Tadi ditanya apa yang dibutuhkan, saya jawab perbaikan rumah karena sering banjir pasang. Bersyukur sekali ada kunjungan ini, apalagi kalau banjir kami khawatir keselamatan anak-anak karena sering ada buaya naik. Harapan saya rumah bisa ditinggikan dan ada bantuan air bersih yang layak," ujar Soleha dalam dialog tersebut.

Selain ancaman satwa liar, akses air bersih yang terbatas juga disebut memengaruhi kualitas hidup keluarganya sehari-hari.

Pencegahan Stunting Hanya Efektif di 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Wihaji menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan setengah hati. Ia menyebut periode paling menentukan adalah 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

"Ukuran keberhasilan penanganan stunting terletak pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan atau hingga bayi berusia dua tahun. Jika nutrisi dan lingkungannya terjaga dengan baik pada periode tersebut, anak bisa terbebas dari stunting. Sebab, jika anak sudah terlanjur stunting, potensi kesembuhannya hanya sekitar 20 persen," jelasnya.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan dari hulu dengan memastikan setiap keluarga memiliki lingkungan yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak.

PT Timah Tbk Turun Langsung sebagai Orang Tua Asuh

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Wihaji juga meninjau lokasi di Kabupaten Bangka Tengah sebelum tiba di Pangkalpinang. Agenda ini merupakan bagian dari penguatan percepatan penurunan angka stunting di provinsi tersebut.

Pemerintah mengandalkan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) untuk mempercepat intervensi. Melalui program ini, Kemendukbangga/BKKBN menggandeng BUMN, dunia usaha, sektor perbankan, hingga masyarakat untuk menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Salah satu mitra yang berpartisipasi adalah PT Timah Tbk. Perusahaan pelat merah itu memberikan dukungan berupa perbaikan rumah warga agar memenuhi standar hunian sehat.

Wihaji memastikan seluruh bantuan disalurkan langsung kepada penerima manfaat tanpa transit di kementerian.

"Semua bantuan langsung ke penerima manfaat, tidak transit di kementerian. Seperti tadi, PT Timah hadir langsung sebagai orang tua asuh untuk membantu membenahi rumah warga yang masuk kategori risiko stunting," katanya.

Mekanisme ini dinilai mempercepat proses penerimaan bantuan sekaligus meningkatkan transparansi pelaksanaan program di lapangan.

Perbaikan Hunian dan Gizi Harus Berjalan Bersamaan

Pemerintah menilai kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, BUMN, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka stunting. Perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan sanitasi, akses air bersih, serta pemenuhan gizi keluarga merupakan satu kesatuan yang harus dikerjakan secara simultan.

Melalui pendekatan tersebut, prevalensi stunting di Kepulauan Bangka Belitung diharapkan terus menurun. Targetnya, lebih banyak anak tumbuh sehat dan cerdas sebagai generasi penerus bangsa.

Follow www.belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: belarakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks