TANJUNGPANDAN — Perumdam Tirta Batu Mentas Belitung menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kodim 0414/Belitung dalam skema mitigasi krisis air bersih. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah musim kemarau yang melanda Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Mitigasi kami perlukan untuk memastikan pasokan air bersih kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau," kata Direktur Perumdam Tirta Batu Mentas Belitung Munandar Motong di Tanjungpandan, Kamis.
Stok Air Baku Masih Mencukupi untuk 2.300 Pelanggan
Munandar menjelaskan, kapasitas suplai air dari Embung Batu Mentas yang menjadi sumber baku utama masih berada di angka aman. Debit air tercatat 2 x 50 ml per detik, cukup untuk melayani 2.300 pelanggan yang tersebar di wilayah Kabupaten Belitung.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir mengalami kekurangan air bersih. Namun, jika distribusi dari perumdam tidak menjangkau atau mencukupi, maka BPBD dan Kodim 0414/Belitung akan turun tangan memasok air langsung ke permukiman warga.
Skema Bantuan Air ke Kawasan Rawan Kekeringan
Sinergi antar-instansi ini difokuskan pada skema bantuan dan pendistribusian air bersih langsung ke pemukiman warga di kawasan rawan kekeringan. Pendekatan ini dipilih agar respons terhadap keluhan warga bisa lebih cepat dibandingkan menunggu laporan berjenjang.
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan tidak ada warga yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau berlangsung.
Imbauan Hemat Air untuk Kebutuhan Rumah Tangga
Meskipun stok air dinilai masih mencukupi, Munandar tetap mengimbau seluruh pelanggan untuk bijak dalam menggunakan air bersih. Pemakaian air sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari agar pasokan yang ada bisa bertahan lebih lama.
"Masyarakat tidak perlu khawatir mengalami kekurangan air bersih, kalaupun air dari distribusi kami tidak mencukupi maka pihak BPBD dan Kodim 0414/Belitung akan membantu memasok air ke masyarakat," ujar dia.
Langkah antisipasi ini menjadi bagian dari kesiapan daerah menghadapi puncak musim kemarau yang biasanya terjadi dalam beberapa pekan ke depan di wilayah pesisir Belitung.