BANGKA BELITUNG — Di tengah gempuran informasi yang serba cepat, sebagian jurnalis mungkin cukup berhenti pada menyajikan fakta. Namun bagi La Ode M. Murdani, profesi ini adalah tanggung jawab moral untuk memastikan suara mereka yang tak punya kuasa tetap didengar. Ia meyakini bahwa realitas warga yang terhimpit masalah ekonomi atau birokrasi tidak boleh tenggelam hanya karena mereka tak punya akses besar.
"Jurnalisme bukan hanya tentang memberitakan siapa yang berkuasa, tetapi juga tentang mendengar mereka yang sering tidak terdengar," ujarnya, menegaskan semangat yang terus ia bawa dalam setiap penugasan.
Liputan yang Berujung pada Bantuan Nyata
Konsekuensi dari pendekatan ini, banyak persoalan warga yang akhirnya menemui titik terang. Tidak sedikit keluarga kurang mampu atau warga yang berjuang mendapatkan haknya, justru mendapat perhatian setelah persoalan mereka diangkat ke publik.
Bagi La Ode, pemberitaan bukan ajang mengejar perhatian sesaat. Nilai sebuah karya jurnalistik baru terasa ketika tulisan itu mampu membuka jalan bantuan atau menghadirkan solusi bagi masyarakat. Ukuran keberhasilannya bukan sekadar banyaknya berita yang terbit, melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh orang-orang kecil.
Kritik Sosial dan Aksi di Lapangan
Di Bangka Belitung, namanya dikenal aktif mengawal isu-isu publik, mulai dari persoalan sosial, hukum, lingkungan, hingga tata kelola sumber daya alam. Ia berusaha menjaga prinsip bahwa media harus hadir sebagai pengontrol sekaligus pengingat bagi pemegang kebijakan.
Di luar meja redaksi, kepedulian itu diwujudkan lewat aksi sosial. La Ode kerap mengulurkan tangan kepada warga yang tengah berada dalam kondisi ekonomi sulit. Jalan ini ia pilih bukan tanpa tantangan. Menyuarakan persoalan masyarakat butuh keberanian dan konsistensi, terutama ketika berhadapan dengan kepentingan penguasa.
Melalui karya dan aksinya, La Ode ingin menunjukkan bahwa media bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan pemangku kepentingan. Ia memilih jalan jurnalistik bukan sekadar mencatat peristiwa, tetapi untuk memastikan tidak ada warga yang benar-benar sendirian menghadapi persoalannya.