Pencarian

Presiden Prabowo Minta Pengusaha dan Masyarakat Waspada, Dunia Makin Rawan Akibat Konflik Geopolitik

Minggu, 02 Agustus 2026 • 13:27:18 WIB
Presiden Prabowo Minta Pengusaha dan Masyarakat Waspada, Dunia Makin Rawan Akibat Konflik Geopolitik
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arahan kepada pengurus Kadin pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia merupakan anugerah sekaligus tantangan besar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Ia meminta seluruh elemen bangsa, khususnya pelaku usaha, untuk bertindak dengan kearifan dan tetap waspada tanpa larut dalam ketakutan.

"Situasi global sangat rawan, tapi tidak ada gunanya kita panik, tidak ada gunanya kita ketakutan. Justru kita harus lebih sadar. Bertindak, berkata, dan bertutur kata harus dengan kearifan dan kebaikan. Kita waspada karena memang kita negara sangat besar, kita negara sangat kaya," kata Prabowo dalam pertemuan dengan pengurus Kadin pusat dan daerah di Istana Negara. Kekayaan Nusantara dan Sejarah Panjang Tekanan Asing

Menurut Prabowo, sejarah panjang Nusantara tak lepas dari incaran bangsa asing lantaran komoditas strategis yang melimpah. Rempah-rempah dan kayu berkualitas tinggi menjadi daya tarik utama yang membawa bangsa-bangsa lain datang ke Indonesia berabad-abad lalu.

"Kalau mau punya angkutan laut yang kuat, kapal perlu rempah-rempah supaya makanan tidak busuk dan membutuhkan kayu yang cocok untuk pelayaran. Kayu-kayu itu ada di Nusantara. Karena itu mereka datang mencari kita untuk rempah-rempah dan kayu," ujarnya.

Presiden menilai pola serupa masih terjadi hingga kini, terutama di kawasan yang kaya cadangan energi dan mineral strategis. Ia mencontohkan konflik berkepanjangan di Timur Tengah sebagai bukti nyata bahwa perebutan sumber daya masih menjadi akar ketidakstabilan global.

"Yang kita bahas ini sedang terjadi di depan mata kita. Tiap sore, tiap malam kita melihat berita tentang eskalasi, eskalasi, eskalasi," ucapnya. Politik Adu Domba Masih Nyata di Era Modern

Prabowo juga menyoroti strategi divide et impera atau politik adu domba yang dinilainya masih relevan dan nyata terjadi dalam dinamika geopolitik kontemporer. Ia menegaskan taktik lama tersebut bukan sekadar catatan sejarah, melainkan praktik yang masih digunakan untuk melemahkan negara-negara besar dan kaya.

"Divide et impera itu bukan tulisan di buku-buku sejarah, itu nyata. Divide et impera nyata," tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang dipicu berbagai konflik regional, perang dagang, serta persaingan pengaruh antarnegara adidaya. Indonesia, sebagai negara dengan kekayaan alam melimpah dan posisi strategis di jalur perdagangan dunia, dinilai perlu memperkuat ketahanan nasional dan soliditas internal.

Presiden mengindikasikan bahwa kewaspadaan ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah atau aparat keamanan, melainkan juga membutuhkan peran aktif dunia usaha. Stabilitas nasional menjadi prasyarat utama agar Indonesia dapat bernavigasi di tengah ketidakpastian global tanpa kehilangan momentum pertumbuhan ekonomi.

Pertemuan dengan pengurus Kadin tersebut merupakan bagian dari agenda konsolidasi pemerintah dengan pelaku usaha untuk membahas prospek ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal. Para pengusaha diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus memanfaatkan peluang investasi yang ada.

Follow www.belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks