Pencarian

Menteri Dody Hanggodo Kerahkan Sumur Bor hingga Mobile Pump Antisipasi Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 19:12:00 WIB
Menteri Dody Hanggodo Kerahkan Sumur Bor hingga Mobile Pump Antisipasi Kekeringan

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan sejumlah langkah antisipasi bagi wilayah yang berisiko mengalami kekeringan saat musim kemarau. Salah satu andalannya yakni mengoptimalkan 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.

Tidak hanya sumur bor, Kementerian PU turut menyiagakan bendungan, bendung, embung, hingga waduk untuk menjaga stabilitas pasokan air. Infrastruktur ini diprioritaskan demi menopang kebutuhan masyarakat serta lahan pertanian saat kekeringan atau El Nino terjadi.

Dody menjelaskan, pengelolaan infrastruktur sumber daya air menjadi kunci menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim.

"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," papar Menteri Dody.

Kementerian PU turut mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air lebih efisien. Guna mengantisipasi kondisi darurat, sejumlah peralatan disiapkan untuk dikerahkan ke daerah-daerah terdampak.

Peralatan yang dimaksud terdiri dari 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, serta 49 mesin bor. Pemerintah turut mendata wilayah rawan kekeringan sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai upaya adaptasi yang perlu dilakukan.

Di sektor pertanian, Kementerian PU mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang dinilai efektif menekan penggunaan air.

Pembangunan infrastruktur air terus dikebut, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor, guna memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.

Di Kepulauan Bangka Belitung, BMKG memprakirakan awal musim kemarau dimulai sejak Juni 2026 dengan puncaknya pada Agustus, meski sejumlah proyeksi lain menyebut puncak kekeringan baru terjadi pada September 2026. Kabupaten Bangka Selatan dan Bangka Tengah menjadi wilayah yang paling terancam kekeringan, dengan curah hujan yang diperkirakan hanya berkisar 20-50 milimeter per dasarian.

Kementerian PU saat ini tercatat memiliki 240 bendungan dengan kapasitas tampung total 7,89 miliar meter kubik, 601 situ dan danau dengan volume tampungan 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Follow www.belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks