Pencarian

DLC Pertama Pokémon Pokopia Hadirkan Area Bawah Air, Rilis 5 Agustus 2026 untuk Switch 2

Kamis, 30 Juli 2026 • 01:20:01 WIB
DLC Pertama Pokémon Pokopia Hadirkan Area Bawah Air, Rilis 5 Agustus 2026 untuk Switch 2
Nintendo dan pengembang resmi mengonfirmasi DLC berbayar pertama Pokémon Pokopia, Bubbly Basin, akan dirilis pada 5 Agustus 2026 untuk Switch 2.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Penggemar Pokémon Pokopia yang sudah menghabiskan puluhan jam membangun kembali dunia pasca-bencana kini punya alasan untuk kembali membuka gim mereka. Nintendo dan pengembang resmi mengonfirmasi bahwa DLC berbayar pertama, Bubbly Basin, akan dirilis pada 5 Agustus 2026. Ekspansi ini membawa lokasi bawah air yang kabarnya merupakan reruntuhan Cerulean City, salah satu kota ikonik dari seri utama Pokémon.

Mekanisme Dive Gratis untuk Semua Pemain

Salah satu kabar baik bagi pemilik Pokémon Pokopia adalah gerakan Dive alias menyelam akan tersedia sebagai pembaruan gratis. Semua pemain, termasuk yang tidak membeli DLC, bisa mengakses fitur ini untuk menjelajahi dasar laut di area-area yang sudah ada sebelumnya. Langkah ini memungkinkan pemain untuk mencari material atau item langka di lokasi lama dengan perspektif baru.

Namun, area bawah air eksklusif Bubbly Basin hanya bisa diakses oleh pemegang Expansion Pass. Lokasi ini menjanjikan pengalaman eksplorasi yang berbeda karena adanya "lubang gelap yang dalam" yang sedang diisyaratkan oleh pengembang sebagai lokasi misterius untuk dijelajahi.

Blok Apung untuk Bangunan 3D di Bawah Air

Fitur paling menarik dari DLC ini adalah penambahan buoyant blocks atau blok yang bisa mengapung. Tidak seperti bangunan di darat yang terbatas pada dua dimensi, blok ini memungkinkan pemain membuat konstruksi tiga dimensi yang hanya mungkin dilakukan di lingkungan bawah air. Pemain bisa, misalnya, membuat bar terapung untuk Krabby — seperti yang dijanjikan dalam materi promosi.

Selain blok baru, DLC ini juga menghadirkan berbagai item dekoratif bertema dasar laut, tanaman semangka sebagai tanaman baru, dan satu pulau impian (Dream Island) yang penuh dengan sumber daya langka. Semua elemen ini dirancang untuk menarik lebih banyak spesies Pokémon tipe air agar bersedia tinggal di habitat buatan pemain.

Harga Expansion Pass: USD 35, Tidak Bisa Beli Satuan

Bagi yang tertarik, Bubbly Basin tidak dijual terpisah. Satu-satunya cara untuk mengakses DLC ini adalah membeli Pokémon Pokopia Expansion Pass seharga USD 35 atau sekitar Rp 577.500 (kurs Rp 16.500/USD). Paket ini mencakup akses ke tiga gelombang DLC besar yang akan dirilis ke depan, plus bonus resep tambahan dan 30 rare Pokémetal ingots.

Jika dihitung total, harga gim dasar (USD 70) ditambah Expansion Pass (USD 35) mencapai USD 105 atau sekitar Rp 1,73 juta. Angka ini jelas bukan nominal kecil untuk gim di konsol mana pun, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini. Namun, bagi pemain yang sudah jatuh cinta dengan formula Pokémon Pokopia, nilai ini mungkin sebanding dengan jam bermain yang ditawarkan.

Mengenang Kembali: Apa Itu Pokémon Pokopia?

Bagi pembaca yang baru pertama kali mendengar, Pokémon Pokopia adalah gim eksklusif Nintendo Switch 2 yang dirilis pada Maret 2026. Gim ini menggabungkan elemen Pokémon, Minecraft, Stardew Valley, dan Dragon Quest Builders dalam satu paket. Pemain mengendalikan seekor Ditto setelah peristiwa apokaliptik, dengan tujuan membangun kembali lingkungan dan menarik Pokémon yang sudah lama tertidur untuk kembali ke habitatnya.

Sejak dirilis, Pokémon Pokopia berhasil menjadi system seller bagi Switch 2, menarik banyak pemain yang sebelumnya ragu untuk membeli konsol generasi baru tersebut. Dengan hadirnya DLC pertama ini, Nintendo tampaknya ingin mempertahankan momentum tersebut setidaknya hingga akhir tahun 2026.

Follow www.belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks