PANGKALPINANG — Pelatihan barista yang digelar Disnaker Pangkalpinang sejak 2023 itu selalu kebanjiran peminat. Kepala Disnaker Pangkalpinang Amrah mengatakan, setiap kali rekrutmen dibuka, jumlah pendaftar bisa mencapai 30 hingga 40 orang, padahal kuota yang disediakan hanya 16 peserta.
"Karena itu kami harus melakukan seleksi, dan para lulusan pelatihan ini sudah banyak mendapatkan pekerjaan di kedai-kedai kopi yang ada di Pangkalpinang, maupun kerja mandiri," ujarnya, Rabu.
Pelatihan Gratis Sepenuhnya dari Pemerintah Pusat
Program ini merupakan pelatihan ketiga yang dilaksanakan sepanjang Juli 2026. Sebelumnya, Disnaker Pangkalpinang telah menggelar pelatihan serupa bagi penyandang disabilitas yang diikuti 16 peserta, serta pelatihan berbasis kompetensi teknik pengelasan bagi tenaga kerja dengan keterampilan dasar.
Seluruh biaya pelatihan barista kali ini ditanggung oleh Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung, Kementerian Ketenagakerjaan. "Program pelatihan ini sepenuhnya diselenggarakan BPVP Belitung," kata Amrah.
Penyandang Disabilitas Tetap Diakomodasi
Meski pelatihan diperuntukkan bagi masyarakat umum, Disnaker Pangkalpinang tetap mengakomodasi seorang peserta penyandang disabilitas. Amrah menilai peserta tersebut memiliki motivasi tinggi untuk mengikuti pelatihan.
Menurutnya, pelatihan barista tidak hanya meningkatkan keterampilan pencari kerja, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor usaha kopi di Pangkalpinang yang terus berkembang. Hal ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan tenaga barista profesional di kota tersebut.
Harapan Dapat Paket Pelatihan Tambahan
Disnaker Pangkalpinang berharap kembali memperoleh dukungan paket pelatihan dari BPVP Belitung. Amrah mengakui masih banyak warga yang belum dapat mengikuti pelatihan karena keterbatasan kuota peserta.
"Kami berharap ke depan bisa mendapatkan paket pelatihan lagi sehingga lebih banyak masyarakat yang memiliki kesempatan mengikuti pelatihan seperti ini," katanya.
Sinergi antara pemerintah daerah dan BPVP Belitung diharapkan terus berlanjut agar pelatihan vokasi berbasis kompetensi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Kota Pangkalpinang.