TANJUNGPANDAN — Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menekankan bahwa upaya penanaman ribuan pohon bakau tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial belaka. Ia mendorong agar kegiatan tersebut bertransformasi menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi lingkungan pesisir.
Pemerintah Dorong Pembibitan Mandiri Lewat Hutan Kemasyarakatan
"Saya mengajak masyarakat agar bersama-sama ikut berperan menjaga hutan bakau di kawasan pantai karena hutan itu penting untuk melindungi pesisir dari ancaman abrasi," kata Syamsir di Tanjungpandan, Rabu.
Menurutnya, pemerintah daerah tengah mendorong penguatan program Hutan Kemasyarakatan sebagai skema tata kelola pembibitan mandiri. Langkah ini dinilai krusial agar ketersediaan bibit mangrove dapat terjaga secara berkelanjutan tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Kawasan Mangrove Disiapkan Jadi Pusat Edukasi Generasi Muda
Syamsir menambahkan, kawasan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai area konservasi alam. Ia melihat potensi besar hutan bakau untuk dikembangkan menjadi pusat pembelajaran dan sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda di Belitung.
Edukasi tersebut dinilai penting mengingat Kabupaten Belitung memiliki garis pantai yang panjang dan rentan terhadap abrasi, gelombang tinggi, serta terpaan angin kencang saat memasuki musim barat. "Penanaman mangrove secara masif dan terencana merupakan benteng alami yang sangat dibutuhkan untuk menahan abrasi sekaligus melindungi ekosistem pesisir," ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan
Wabup berharap melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda, upaya pelestarian mangrove dapat terus diperkuat. "Kami berharap agar generasi dapat terlibat dan peduli dalam menjaga kelestarian mangrove," pungkasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Belitung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di tengah ancaman perubahan iklim yang kian nyata di wilayah pesisir.