TOBOALI — Sekretaris Daerah Bangka Selatan Hefi Nuranda menegaskan bahwa pengelolaan limbah medis menjadi atensi serius pemerintah daerah. Ia membuka langsung pelatihan yang digelar di Toboali, Selasa (28/7).
Materi Pelatihan: Pengelolaan Limbah Medis yang Aman dan Efektif
Selama lima hari, peserta mendapatkan pembekalan materi tentang tata cara pengelolaan limbah medis yang aman dan efektif. Hefi menyebut kegiatan ini sangat positif untuk memastikan pengelolaan limbah berjalan berkelanjutan di seluruh fasyankes.
"Kita tahu bahwa pengelolaan limbah medis ini menjadi atensi. Oleh karena itu kegiatan ini sangat positif bagaimana mengelola limbah medis yang efektif, aman dan berkelanjutan pada fasyankes yang ada di Bangka Selatan," katanya.
Pemisahan Limbah Medis dan Non-Medis Sudah Berjalan
Hefi mengakui bahwa sejauh ini pengelolaan limbah fasyankes sudah cukup baik. Pemisahan antara limbah medis dan non-medis telah dilakukan di setiap fasilitas kesehatan.
Namun, ia meminta agar limbang yang sudah dipisahkan tersebut betul-betul dikelola secara optimal sesuai regulasi. Ia juga mengingatkan soal limbah medis yang tidak termanfaatkan, seperti obat-obatan kedaluwarsa, untuk dipisah secara khusus.
Limbah Obat Tak Termanfaatkan Berpotensi Disalahgunakan
"Limbah medis yang tidak termanfaatkan seperti obat-obatan untuk dipisah sehingga tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang dapat membahayakan orang banyak," ujar Sekda.
Kerja Sama dengan Pihak Ketiga dan Pengawasan Dinkes
Dalam pengelolaan selanjutnya, DKPPKB Bangka Selatan akan bekerja sama dengan pihak ketiga yang sudah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Seluruh proses pengelolaan limbah medis akan diawasi langsung oleh Dinas Kesehatan setempat.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga sanitarian dalam menangani limbah medis, sekaligus menekan risiko pencemaran lingkungan dan penyalahgunaan limbah farmasi di Kabupaten Bangka Selatan.