PANGKALPINANG — BPBD Kepulauan Bangka Belitung sudah menyiagakan dua unit mobil tangki berkapasitas lima ton untuk mengantisipasi krisis air bersih di tengah musim kemarau ekstrem. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kepulauan Babel Sandy Aji mengatakan hasil analisis BMKG memperkirakan musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering sebagai dampak El Nino Godzilla.
"Kita sudah menyiagakan dua unit mobil tangki berkapasitas lima ton dan siap menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami krisis air bersih," ujar Sandy Aji di Pangkalpinang, akhir pekan lalu.
Imbauan Gubernur: Prioritas Kebutuhan Pokok dan Jaga Sumber Air
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani meminta masyarakat menjaga dan melindungi kelestarian sumber air bersih. Menurutnya, merawat lingkungan di sekitar sumur, sungai, dan mata air sangat penting untuk menghindari pencemaran dan krisis air bersih selama musim kemarau.
"Menjaga sumber air bersih dengan merawat dan melindungi lingkungan di sekitar sumur, sungai, dan mata air ini agar terhindar dari pencemaran dan krisis air bersih selama musim kemarau ini," ujar Hidayat saat ditemui di Pangkalpinang, Minggu.
Ia menegaskan, kesadaran menghemat air sejalan dengan tujuan jangka panjang daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta menjaga kualitas lingkungan hidup. Gubernur mengajak masyarakat menggunakan air seperlunya dan memprioritaskan untuk kebutuhan pokok serta kesehatan keluarga.
Cara Menghemat Air: Tampung Air Hujan dan Perbaiki Kebocoran
Hidayat memberikan sejumlah langkah konkret yang bisa dilakukan warga. Pertama, menampung air hujan dengan mengoptimalkan wadah penampungan saat hujan turun sebagai cadangan air mandiri. Kedua, memperbaiki kebocoran saluran air—pipa atau keran yang rusak harus segera diperbaiki agar tidak ada air bersih yang terbuang sia-sia.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghadapi dampak kekeringan ini dengan bijak. Menjaga dan menghemat air bukan hanya respons sesaat terhadap kemarau, melainkan juga bagian dari budaya hidup sehat dan mandiri yang ingin kita bangun bersama di daerah ini," kata Hidayat.
Prediksi BMKG: Kemarau Lebih Kering, Risiko Kebakaran Hutan Tinggi
Analisis BMKG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan musim kemarau tahun ini lebih panjang dan kering akibat fenomena El Nino Godzilla. Kondisi itu meningkatkan potensi kekeringan dan kebakaran hutan di daerah kepulauan tersebut. BPBD setempat terus memantau titik-titik rawan dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Sandy Aji memastikan dua mobil tangki yang disiagakan akan dikerahkan ke lokasi yang membutuhkan suplai air bersih. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendata desa-desa yang rawan kekeringan.