Pencarian

Kabupaten Bangka Tak Lagi Hanya Negeri Timah, Ekonomi Bahari dan Pariwisata Jadi Andalan Baru

Sabtu, 25 Juli 2026 • 14:03:02 WIB
Kabupaten Bangka Tak Lagi Hanya Negeri Timah, Ekonomi Bahari dan Pariwisata Jadi Andalan Baru

SUNGAILIAT — Kabupaten Bangka, yang selama ini identik dengan tambang timah, kini mulai menggeser fokus ekonominya. Dengan luas 3.016 kilometer persegi dan 337.755 jiwa penduduk, daerah ini mengembangkan sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata sebagai penopang pertumbuhan baru.

Mengapa Bangka Mulai Beralih dari Timah?

Terletak di bagian utara Pulau Bangka, kabupaten ini memiliki garis pantai panjang yang membentang di Kecamatan Sungailiat, Merawang, Riau Silip, Belinyu, hingga sebagian Mendo Barat. Wilayah pesisir ini menjadi modal utama untuk mengembangkan ekonomi maritim. Di sisi lain, dataran rendah di Mendo Barat, Pemali, Puding Besar, dan Bakam mendukung sektor pertanian dan perkebunan.

Letak strategis yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna di utara dan timur menjadikan Bangka pintu gerbang aktivitas kelautan dan perdagangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tiga Sektor Utama Penopang Ekonomi 337 Ribu Jiwa

Aktivitas ekonomi masyarakat Bangka ditopang oleh tiga sektor. Sektor primer meliputi pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan — masih menjadi tulang punggung sejak era timah. Sektor sekunder yang terus tumbuh adalah industri pengolahan dan konstruksi. Sementara sektor tersier, seperti perdagangan, jasa, akomodasi, dan kuliner, semakin menguat seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.

Pemerintah daerah kini berupaya menyeimbangkan pengelolaan tambang dengan pengembangan ekonomi berbasis kelautan dan pariwisata. Infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas dalam transformasi ini.

Delapan Kecamatan dengan Potensi Berbeda

Kabupaten Bangka terdiri dari delapan kecamatan: Sungailiat, Belinyu, Merawang, Pemali, Puding Besar, Riau Silip, Bakam, dan Mendo Barat. Delapan kecamatan ini mencakup 19 kelurahan, 62 desa, 255 dusun, dan 91 lingkungan. Setiap wilayah memiliki karakteristik ekonomi yang saling melengkapi — dari pesisir pariwisata hingga dataran rendah agraris.

Sejarah pemerintahan daerah ini dimulai pada 1959 melalui Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sumatera Selatan. Setelah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terbentuk pada 2000, Kabupaten Bangka berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan tersebut.

Transformasi Menuju Pembangunan Berkelanjutan

Kabupaten Bangka hari ini tidak hanya dikenal sebagai “Negeri Timah”. Daerah ini terus membangun masa depan melalui pemanfaatan potensi pesisir, kekayaan alam, dan semangat masyarakatnya. Peluang besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi unggulan di Bangka Belitung kini terbuka lebar — asalkan keseimbangan antara eksploitasi sumber daya dan pelestarian lingkungan tetap terjaga.

Dengan bentang pantai yang indah, sumber daya perikanan melimpah, dan sektor pariwisata yang mulai digandrungi wisatawan, Bangka memiliki modal kuat untuk mewujudkan transformasi tersebut. Pemerintah daerah optimistis bahwa masa depan ekonomi tidak lagi bergantung pada timah semata, tetapi pada potensi bahari yang selama ini belum tergarap maksimal.

Follow www.belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarabangka.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks