JAKARTA — Rangkaian kegiatan edukatif dalam rangka Hari Anak Nasional 2026 tidak hanya berlangsung di satu titik. BRI Peduli memilih enam sekolah penerima program 'Ini Sekolahku' sebagai lokasi pelaksanaan. Keenam sekolah tersebut tersebar di empat wilayah berbeda.
Enam Sekolah di Empat Daerah Jadi Sasaran
Program ini menyasar SDN Cisoka III dan SDN Sukatani 2 Cisoka di Kabupaten Tangerang. Dua sekolah lainnya berada di Kota Bandung, yakni SDN 013 Pasirkaliki dan SDN 104 Langensari. Dua sekolah sisanya adalah SDN 1 Sagalaherang di Subang dan SDN Sukamahi 2 Megamendung di Kabupaten Bogor.
Pemilihan sekolah-sekolah ini bukan tanpa alasan. BRI Peduli menyasar lembaga pendidikan yang menjadi binaan program 'Ini Sekolahku', sebuah inisiatif yang selama ini berfokus pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dasar.
Bentuk Kegiatan dan Tujuan yang Ingin Dicapai
Dalam siaran pers yang diterima redaksi, kegiatan yang digelar dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif. Anak-anak diajak mengikuti aktivitas yang tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter seperti kerja sama, kepercayaan diri, dan kepedulian sosial.
Pendekatan ini dipilih karena Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni. BRI Peduli ingin menanamkan nilai-nilai positif sejak dini melalui metode yang menyenangkan dan partisipatif. Wawasan siswa tentang lingkungan sekitar dan kehidupan bermasyarakat juga menjadi fokus dalam setiap sesi kegiatan.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pendidikan Dasar
Program 'Ini Sekolahku' sendiri merupakan wujud komitmen jangka panjang BRI Peduli di sektor pendidikan. Tidak hanya membangun infrastruktur fisik seperti ruang kelas atau perpustakaan, program ini juga merancang intervensi non-fisik berupa kegiatan pendampingan dan pengembangan kapasitas guru serta siswa.
Kegiatan peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi salah satu rangkaian dari intervensi non-fisik tersebut. Dengan menyasar langsung para siswa di enam SD binaan, BRI Peduli berharap dampak program bisa dirasakan secara langsung oleh anak-anak sebagai subjek utama pendidikan.