KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bagi penggemar Halo yang sudah menanti kelanjutan Halo Infinite, kehadiran remake ini sempat disambut biasa saja. Apalagi Halo: Combat Evolved sudah pernah mendapat remaster pada 2011 lalu. Namun setelah menjajalnya, Halo: Campaign Evolved terbukti bukan sekadar polesan grafis biasa.
Yang Membuat Remake Ini Berbeda
Campaign Evolved menjadi proyek Halo pertama yang dibangun di atas Unreal Engine 5, menggantikan engine proprietary Slipspace Engine yang dipakai Halo Infinite. Hasilnya, detail tekstur, efek pencahayaan, hingga desain lingkungan di Alpha Halo tampil jauh lebih tajam dan imersif.
Yang paling menarik, game ini menyertakan tiga misi prekuel baru bertajuk Operation: METEORITE. Misi ini mengisahkan operasi rahasia Master Chief bersama Sersan Johnson setahun sebelum peristiwa utama Combat Evolved. Ceritanya solid meski beberapa dialog terkesan terlalu teatrikal.
Perubahan Gameplay yang Matang
Halo Studios tidak sekadar mempercantik visual. Banyak mekanik dari seri Halo selanjutnya diadopsi ke sini: sprint, pembajakan kendaraan, tembakan Plasma Pistol yang bisa melumpuhkan kendaraan, hingga kehadiran musuh seperti Jackal sniper dan Flood tank form. Senjata tambahan seperti Energy Sword, Fuel Rod Gun, SMG, dan Beam Rifle juga ikut meramaikan sandbox.
Level design pun mengalami perubahan signifikan, terutama di paruh kedua game. Misi The Library yang dulu terkenal repetitif kini terasa segar dengan tata ruang baru. Total ada 42 Skull yang bisa dikoleksi untuk memodifikasi gameplay, plus fitur Campaign Remix yang merandom posisi musuh dan senjata.
Catatan Performa dan Konten Tambahan
Sayangnya, Unreal Engine 5 yang memukau juga membawa masalah performa. Di PC dengan spesifikasi Core i5-12600K, RTX 4070 Ti SUPER, dan RAM 32 GB, frame rate sering turun ke 40-50 fps di area luas meski sudah memakai DLSS. Di Xbox, mode Performance juga dilaporkan menampilkan bayangan dan refleksi yang pecah.
Kritik lain datang dari absennya mode Firefight, mode PvE favorit penggemar yang seharusnya bisa melengkapi paket seharga 50 dolar AS. Sistem kustomisasi skin juga terasa setengah hati: tidak ada item yang bisa dibuka lewat gameplay, semuanya hanya dari pre-order atau edisi Premium 70 dolar AS (sekitar Rp 1,15 juta).
Kesimpulan: Layak untuk Siapa?
Halo: Campaign Evolved adalah remake yang menghormati atmosfer asli sambil menghadirkan pengalaman bermain yang lebih modern. Tiga misi baru dan puluhan Skull memberikan replay value tinggi. Namun, masalah performa dan minimnya konten sampingan membuatnya terasa kurang greget di harga penuh.
Game ini paling cocok untuk pemain yang belum pernah mencicipi Halo klasik, terutama pengguna PlayStation 5 yang baru pertama kali bisa memainkan seri ini. Untuk veteran yang sudah hafal tiap sudut Alpha Halo, tunggu diskon atau nikmati lewat Xbox Game Pass.