BELITUNG — Kepala BNNK Belitung, AKBP Agus Handoko, menyatakan pihaknya terus memperkuat sinergi dengan Satresnarkoba Polres Belitung dan Polres Belitung Timur untuk mengatasi keterbatasan personel. Langkah ini ditempuh agar pengungkapan kasus narkotika di wilayah kepulauan tetap berjalan maksimal meski sumber daya manusia terbatas.
"BNNK Belitung bukan berdiam diri atau tidak bekerja. Keterbatasan penyidik kami atasi dengan memperkuat sinergi bersama Satresnarkoba baik melalui kerja sama penindakan maupun pertukaran informasi," kata AKBP Agus Handoko dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Tanjungpandan, Kamis.
42 Tersangka dan Barang Bukti yang Disita
Data yang dirilis BNNK Belitung menunjukkan angka penindakan yang cukup signifikan. Satresnarkoba Polres Belitung mengamankan 33 tersangka dari 33 kasus dengan barang bukti 3.040 butir ekstasi dan 47,56 gram sabu-sabu.
Sementara itu, Satresnarkoba Polres Belitung Timur berhasil mengungkap sembilan kasus dengan menyita 209 gram sabu-sabu. Total keseluruhan, sebanyak 42 tersangka telah dibekuk dalam kurun waktu enam bulan pertama tahun ini.
Jalur Laut dan Modus Titipan Kilat Jadi Andalan Bandar
AKBP Agus Handoko mengungkapkan bahwa mayoritas pasokan narkotika masuk ke Pulau Belitung melalui jalur laut. Daerah pemasok utama berasal dari Kepulauan Riau, Palembang, Bangka, dan Jakarta.
Modus operandi yang kini marak digunakan para pelaku adalah memanfaatkan jasa pengiriman titipan kilat dan sistem melempar barang bukti di titik tertentu tanpa tatap muka. "Modus melempar barang bukti maupun mengoperasikannya lewat titipan kilat ini sebenarnya merupakan upaya dari para bandar untuk menyelamatkan diri agar tidak terhubung secara langsung dengan aparat kepolisian," jelasnya.
Prevalensi Nasional Jadi Pekerjaan Rumah Bersama
Di tengah gencarnya penindakan, AKBP Agus Handoko mengingatkan bahwa angka prevalensi nasional pengguna narkotika masih tinggi, yakni 2,11 persen atau sekitar 4,5 juta jiwa. Ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi tantangan besar bagi seluruh elemen masyarakat, tidak hanya aparat penegak hukum.
"Ini menjadi tantangan kita dan pekerjaan rumah kita bersama. Perang melawan kejahatan narkoba adalah kewajiban kita semua," tegasnya.
BNNK Belitung berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pelaporan, guna menekan peredaran gelap narkotika di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.