BELITUNG — Rangkaian lomba seni budaya yang selama tiga tahun terakhir berjalan sederhana di Kelurahan Paal Satu akhirnya mendapat suntikan tenaga baru. Kolaborasi dengan Karang Taruna Aksara membuat skala kegiatan tahun ini lebih besar, dengan tambahan bazar UMKM yang menyemarakkan acara.
Lurah Paal Satu, Eko Susanto, mengatakan Bazar Seni 2026 sengaja dirancang sebagai perayaan atas kekayaan seni, budaya, dan kreativitas warga. Ia menegaskan kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan ruang ekspresi yang lebih luas bagi masyarakat.
Selama lima hari penyelenggaraan, panitia menyiapkan beragam perlombaan yang menyasar berbagai kalangan usia. Lomba tari kreasi tingkat sekolah dasar hingga lomba menyanyi menjadi daya tarik bagi generasi muda.
"Mulai dari lomba tari kreasi tingkat sekolah dasar, lomba menyanyi, lomba 'Ngecat Terindak', lomba menyajikan makan bedulang, lomba 'Ngerapik' hingga fashion show bagi kaum lansia," ujar Eko di Tanjungpandan, Rabu.
Dua lomba terakhir, yakni menyajikan makan bedulang dan Ngerapik, merupakan tradisi khas Belitung yang jarang muncul di ruang publik. Kehadirannya di tengah festival menjadi upaya nyata agar generasi muda tidak melupakan warisan budaya sendiri.
Selain pentas seni, Bazar Seni 2026 juga menghadirkan stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Kehadiran para pelaku usaha ini diharapkan mampu mendorong roda perekonomian warga Kelurahan Paal Satu dan sekitarnya.
Eko mengakui, pelaksanaan lomba seni sebenarnya sudah berjalan rutin dalam tiga tahun terakhir. Namun, keterbatasan sumber daya membuat kegiatannya kala itu masih berskala kecil.
"Tiga tahun belakangan sudah kami lakukan, namun dengan pelaksanaan yang sederhana dan SDM yang terbatas. Di tahun ini kami mendapat dukungan dari rekan-rekan Karang Taruna Aksara, sehingga bisa membesarkan sedikit skala kegiatannya, yaitu menghadirkan juga bazar UMKM meskipun jumlahnya belum banyak," jelasnya.
Meski skala kegiatan baru bertambah tahun ini, Eko menegaskan komitmen utama kelurahan tetap pada konsistensi memberi peluang bagi warga, khususnya generasi muda, untuk melestarikan budaya Belitung.
"Komitmen kami yang terpenting adalah selalu ingin memberikan peluang bagi warga, apalagi yang memiliki bakat di bidang seni dan budaya, agar tidak melupakan budaya sendiri. Generasi muda Kelurahan Paal Satu harus punya ruang merawat budaya, berekspresi, dan mendapat apresiasi," katanya.
Ia berharap kegiatan ini memberi dampak positif bagi khalayak ramai, terutama warga Kelurahan Paal Satu dan masyarakat Kabupaten Belitung secara luas.
Eko mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk datang dan meramaikan agenda kebudayaan tersebut pada 18–22 Agustus 2026. Ajang ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menyaksikan kemeriahan festival, mendukung UMKM, atau sekadar menikmati sajian seni budaya khas Belitung.
"Mari lestarikan budaya, dukung UMKM, dan majukan Kelurahan Paal Satu bersama," ujarnya menutup keterangannya.