Bank Sumsel Babel di Pangkalpinang Perkuat Integritas Lewat Sosialisasi Antikorupsi Bersama Kejaksaan Tinggi Babel

Penulis: Fajar  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:32:01 WIB
Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Riono Budi Santoso, menjadi narasumber dalam sosialisasi antikorupsi di lingkungan Bank Sumsel Babel Pangkalpinang, Selasa (11/8/2025).

PANGKALPINANG — Bank Sumsel Babel menggelar sosialisasi bertajuk Sharing Knowledge Terkait Mitigasi Risiko Tindak Pidana Korupsi dalam Kegiatan Operasional Perbankan di Pangkalpinang, Selasa (11/8). Acara ini menghadirkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Riono Budi Santoso, sebagai narasumber utama.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran direksi, manajemen, dan seluruh insan Bank Sumsel Babel. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesadaran karyawan terhadap risiko hukum yang bisa muncul dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di industri perbankan.

Integritas sebagai Fondasi Bisnis Perbankan

Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Muhamad Suryadi, menegaskan bahwa integritas bukan sekadar prinsip perusahaan, melainkan harus menjadi budaya yang melekat pada setiap proses kerja. Menurutnya, pemahaman yang mendalam tentang risiko korupsi menjadi kunci agar seluruh karyawan dapat bekerja secara profesional, transparan, dan prudent.

“Bagi Bank Sumsel Babel, integritas bukan hanya menjadi prinsip, tetapi harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap proses kerja dan pengambilan keputusan. Pemahaman terhadap risiko tindak pidana korupsi menjadi penting agar setiap insan Bank dapat menjalankan tugas secara profesional, prudent, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Muhamad Suryadi.

Ia menambahkan, industri perbankan memiliki karakteristik bisnis yang sangat bergantung pada kepercayaan publik dan kepatuhan terhadap regulasi. Pengelolaan dana nasabah yang besar menuntut setiap keputusan memiliki konsekuensi hukum yang luas, sehingga penguatan tata kelola tidak bisa ditawar-tawar.

Mengapa Penguatan Governance Menjadi Prioritas?

Kehadiran jajaran Kejaksaan Tinggi memberikan perspektif penegakan hukum yang relevan bagi dunia perbankan. Para peserta mendapatkan wawasan tentang titik-titik rawan korupsi yang sering terjadi, baik dalam proses pengadaan, pemberian kredit, maupun pengambilan kebijakan internal lainnya.

Melalui kegiatan ini, Bank Sumsel Babel ingin mendorong penguatan risk awareness di seluruh lini organisasi. Tujuannya agar setiap individu mampu mengenali potensi risiko sejak dini dan mengambil langkah mitigasi yang tepat sebelum masalah menjadi besar.

Penguatan governance ini dinilai penting dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Tidak hanya melalui kebijakan dan prosedur tertulis, tetapi juga dengan peningkatan kompetensi dan kesadaran setiap individu di dalam organisasi.

Komitmen Jangka Panjang untuk Keberlanjutan Bisnis

Langkah kolaboratif dengan aparat penegak hukum ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun kepercayaan dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk terus memperkuat budaya kepatuhan di tengah dinamika industri keuangan yang semakin kompleks.

Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan seluruh karyawan memiliki pemahaman yang seragam mengenai batasan-batasan hukum dalam operasional perbankan. Hal ini sekaligus menjadi benteng pertahanan untuk menjaga reputasi perusahaan di mata nasabah dan regulator.

Reporter: Fajar
Sumber: babelpos.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top