DKPP Belitung Remajakan 58,3 Hektare Kebun Sawit Rakyat di Badau, Targetkan Produktivitas Petani Naik

Penulis: Ragil  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 22:26:31 WIB
Petani menanam bibit sawit baru di lahan Peremajaan Sawit Rakyat seluas 58,3 hektare di Desa Air Batu Buding, Kecamatan Badau, Belitung.

BELITUNG — Ratusan petani sawit di Desa Air Batu Buding, Kecamatan Badau, kini mulai menanam kembali kebunnya. Total 58,3 hektare lahan masuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang digarap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung bersama Koperasi Sawit Sumber Rezeki.

Plt Kepala DKPP Belitung, Hamzah, menyebut program ini sebagai jawaban atas menurunnya hasil panen di sejumlah kebun warga yang tanamannya sudah masuk kategori tua dan tidak produktif lagi.

"Program peremajaan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit lokal," ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat di Air Batu Buding, Senin.

Mengapa Peremajaan Sawit Dianggap Mendesak?

Hamzah menjelaskan, sebagian tanaman milik petani di kawasan tersebut telah melewati usia produktif. Akibatnya, produksi buah sawit mengalami penurunan signifikan dan pendapatan keluarga petani ikut tergerus.

Padahal, komoditas ini menjadi salah satu penopang ekonomi desa. "Perkebunan sawit tidak hanya berbicara tentang tanaman dan hasil produksi, tetapi juga menyangkut pendapatan keluarga petani, lapangan pekerjaan, aktivitas koperasi, hingga perputaran ekonomi desa dan daerah," kata Hamzah.

Bibit Unggul Hanya Awal, Pemeliharaan Jadi Kunci

Pemerintah kabupaten menekankan bahwa program ini tidak berhenti pada penanaman bibit baru. Keberhasilan jangka panjang justru ditentukan oleh cara petani mengelola kebun setelahnya.

Hamzah mengingatkan bahwa peremajaan wajib diimbangi dengan peningkatan kualitas pengelolaan. "Bibit yang baik wajib didukung pemeliharaan yang tepat, pemanfaatan teknologi, peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, serta kepastian akses pasar," tegasnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya adaptasi terhadap tantangan global, mulai dari perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga tuntutan praktik perkebunan berkelanjutan.

Sinergi Lintas Sektor untuk Ekonomi Desa

Ke depan, Pemkab Belitung berkomitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah, koperasi, kelompok tani, dan pelaku usaha. Tujuannya memastikan sektor perkebunan rakyat tumbuh berkelanjutan dan tidak terhenti di tengah jalan.

"Ketika petani kuat, desa akan kuat. Ketika desa kuat, ekonomi daerah akan tumbuh menguat, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat semakin meningkat. Peremajaan ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Belitung," ujar Hamzah mewakili Bupati.

Pemkab Belitung mengapresiasi sinergi yang sudah terbangun antara petani, pengurus koperasi, dan pemerintah desa setempat dalam menyukseskan program peremajaan ini.

Reporter: Ragil
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top