7 Pantai Terpencil di Bangka Belitung: dari Tanjung Pabrik hingga Teluk Karang

Penulis: Redaksi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24:01 WIB
pantai yang masih sepi di Bangka Belitung. (Foto: NET)

BANGKA BELITUNG - Di samping destinasi bahari yang sudah terkenal, Bangka Belitung menyimpan berbagai pantai yang sepi dan ideal bagi mereka yang menginginkan ketenangan, jauh dari kebisingan pengunjung.

Ciri khas wilayah pesisirnya — pasir putih, air laut yang bening, serta bongkahan batu granit raksasa — bukan hanya pemandangan belaka. Dari sisi geologi, Bangka dan Belitung terletak di jalur granitoid Asia Tenggara, sehingga formasi granit yang tersebar di pesisir merupakan bagian dari catatan geologis kawasan ini.

Berikut tujuh pantai yang bisa menjadi pilihan untuk liburan pesisir yang lebih tenang.

Tujuh Pantai Sepi di Bangka Belitung

1. Pantai Tanjung Pabrik, Bangka Barat — Terletak di Dusun Pala, Desa Teluk Limau, pantai ini menawarkan pasir putih, air jernih, pohon kelapa, perbukitan hijau, serta batu granit. Lokasinya yang terpencil dari keramaian membuatnya pas untuk bersantai menikmati semilir angin laut, berjalan di sepanjang bibir pantai, atau menikmati senja. Karena belum menjadi tempat wisata massal, pengunjung perlu menyiapkan kendaraan dan perlengkapan pribadi dengan matang.

2. Pantai Penyusuk, Belinyu — Berjarak sekitar 25 km dari pusat Belinyu, Kabupaten Bangka, dan dapat dijangkau melalui jalan aspal, seperti dikutip dari informasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Batu granit dengan ukuran bervariasi mendominasi pesisirnya, dengan pulau-pulau kecil di sekitar yang menambah keindahan pemandangan serta bisa menjadi titik awal untuk menjelajah laut menggunakan perahu warga setempat.

3. Pantai Tanjung Kerasak, Bangka Selatan — Berada di Desa Pasir Putih, pantai ini menggabungkan pasir putih, laut biru, dan batu granit di sepanjang tepiannya. Garis pantainya yang landai sangat cocok untuk bermain air. Studi geologi mengaitkan perairan Toboali di dekatnya dengan tubuh pluton granit serta jalur timah regional.

4. Pantai Butun Daru, Sungailiat — Menyuguhkan pasir putih, batu granit besar, dan vegetasi alami yang rindang, membuatnya ideal untuk piknik santai dan fotografi alam. Istilah "tersembunyi" untuk pantai ini lebih merujuk pada jumlah pengunjung yang masih rendah dibandingkan pantai-pantai utama.

5. Pantai Aik Antu, Bangka — Terletak di Desa Deniang, pantai ini memiliki pasir yang bersih, hamparan laut yang lapang, dan kerang kecil di tepiannya. Keindahan matahari terbenam menjadi daya tarik utama, cocok untuk aktivitas sederhana seperti membaca, memotret, atau berjalan di sepanjang pantai.

6. Pantai Jambosag, Sungailiat — Mengombinasikan air laut yang bening, bongkahan granit, dan pepohonan yang memberi keteduhan. Susunan batu granitnya yang unik menjadi subjek menarik bagi para fotografer. Berkemah juga bisa dilakukan jika diizinkan oleh aturan lokal, dengan persiapan seperti lampu, air minum, dan manajemen sampah.

7. Pantai Teluk Karang, Sungailiat — Sepanjang pesisirnya dipenuhi batu granit yang menyerupai karang alami, ditambah pepohonan yang membuat suasana teduh. Penelitian geologi kelautan menemukan indikasi persebaran batuan granitik di perairan Bangka, termasuk area Tanjung Berikat, sehingga kunjungan ke sini juga memberikan pengalaman geowisata yang sederhana.

Tips Menikmati Pantai yang Masih Alami

Cek kondisi akses jalan sebelum berangkat, terutama untuk jalur yang belum sepenuhnya mulus. Bawalah air minum, camilan, obat pribadi, tabir surya, serta kantong sampah.

Perhatikan kondisi laut — pantai yang tampak tenang dari bibir pantai belum tentu aman untuk berenang saat arus atau pasang berubah. Waspadai pula batu granit yang bisa licin karena terkena air laut dan lumut.

Hargai penduduk setempat yang masih banyak bergantung pada aktivitas nelayan, jangan mengganggu area kerja mereka, dan hindari mengambil benda-benda alam secara berlebihan.

Ketujuh pantai ini — Tanjung Pabrik, Penyusuk, Tanjung Kerasak, Butun Daru, Aik Antu, Jambosag, dan Teluk Karang — membuktikan bahwa Bangka Belitung masih menyimpan banyak tempat untuk perjalanan yang damai dan tidak terburu-buru.

Reporter: Redaksi
Back to top