KOBA — Setelah bertahun-tahun bergantung pada suntikan dana pemerintah daerah, Perumdam Tirta Bangka Tengah akhirnya mampu beroperasi secara mandiri. Perusahaan penyedia air bersih ini kini tercatat membukukan keuntungan tanpa memerlukan subsidi pada tahun anggaran berjalan.
Direktur Perumdam Tirta Bangka Tengah Achmad Barliansyah mengonfirmasi perubahan status keuangan perusahaan tersebut. "Sebelumnya kita masih subsidi dari Pemerintah Daerah, sekarang kita sudah untung, sudah mandiri dan tidak subsidi lagi," katanya di Koba, Sabtu.
Menurut Achmad, keberhasilan ini merupakan buah dari efisiensi dan pembenahan kinerja manajemen secara menyeluruh. Perusahaan tidak lagi bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk menjalankan operasional sehari-hari.
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyebut pencapaian ini sebagai momentum penting bagi BUMD di daerahnya. "Ini adalah bukti nyata perbaikan tata kelola BUMD yang makin sehat dan profesional," ujarnya.
Manajemen tidak berhenti pada capaian finansial. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas layanan, termasuk digitalisasi pembacaan meter air dan sistem akuntansi perusahaan.
Perumdam juga tengah merencanakan pengelolaan sistem penyediaan air minum (SPAM) Pangkalan Baru. Rencana perluasan jaringan layanan menyasar Desa Penyak dan Desa Simpang Katis untuk menjangkau warga yang selama ini belum teraliri air bersih.
Saat ini, cakupan layanan Perumdam Tirta Bangka Tengah baru mencakup tiga wilayah kecamatan, yakni Koba, Simpang Katis, dan Namang.
Di tengah apresiasi atas kinerja keuangan, Algafry mengingatkan agar manajemen tidak lengah terhadap aspek pelayanan publik. "Tetap jaga konsistensi yang sudah dibangun ini, jangan lupa pentingnya kualitas air dan daya tanggap layanan terhadap keluhan masyarakat, terutama saat musim kemarau ini," pesannya.
Pemerintah kabupaten berkomitmen terus mendukung pengembangan Perumdam, khususnya dalam memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan.
Setelah lepas dari subsidi, target berikutnya adalah menjadikan Perumdam sebagai penyumbang pendapatan asli daerah (PAD). "Harapannya tentu ke depan, Perumdam Tirta Bangka Tengah terus mempunyai integritas, sehat, dan bisa memberi dividen kepada Pemerintah Daerah," kata Achmad.
Status mandiri ini juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan BUMD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Ke depan, model tata kelola serupa diharapkan dapat direplikasi oleh BUMD lain di provinsi Kepulauan Bangka Belitung.