BELITUNG TIMUR — Operasi pencarian yang berlangsung sejak Kamis sore berakhir tragis. Samsul (47), warga Jalan Pelabuhan Lama Lipat Karang, ditemukan mengapung di perairan Kolong Kero pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Jarak temuan jasadnya sekitar dua kilometer dari titik awal ia meninggalkan sepeda motor dan peralatannya.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang Mikel Rachman Junika membenarkan bahwa kondisi jenazah sudah tidak utuh. "Saat ditemukan, kondisi jenazah sangat memprihatinkan, ada bekas luka dan tidak lagi utuh akibat gigitan predator buas yang menghuni kawasan perairan tersebut," ujarnya.
Korban berangkat dari rumah sekitar pukul 11.00 WIB pada Kamis untuk mencari udang di Kolong Kero. Biasanya aktivitas itu hanya memakan waktu dua hingga tiga jam. Namun hingga sore hari, Samsul tak kunjung pulang sehingga keluarga mulai khawatir dan memutuskan menyusuri lokasi.
Saat menyisir area kolong, keluarga hanya menemukan sepeda motor, ember, dan peralatan mencari udang milik korban di tepi perairan. Tidak ada jejak keberadaan Samsul di sekitar lokasi. Temuan itu kemudian dilaporkan istri korban ke Pos SAR Belitung sekitar pukul 18.30 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan diterjunkan dengan membawa perahu karet, drone thermal, perangkat komunikasi, hingga akses internet satelit. Perlengkapan Crocodile Attack Protection Equipment (CAPE) juga disiapkan karena kawasan Kolong Kero dikenal sebagai habitat buaya.
Penyisiran pada Kamis malam belum membuahkan hasil. Kondisi gelap dan tingginya risiko ancaman satwa liar memaksa tim menghentikan pencarian sementara. Beberapa kali personel melihat buaya berkeliaran di sekitar lokasi operasi. Faktor keselamatan tim menjadi pertimbangan utama, kata Mikel Rachman Junika.
Pencarian dilanjutkan Jumat pagi menggunakan perahu karet hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan mengapung. Jasad Samsul kemudian dievakuasi ke RSUD Muhammad Zein Belitung Timur untuk proses pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Mikel turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa korban sekaligus mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat. "Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," katanya.
Peristiwa ini kembali mengingatkan warga yang beraktivitas di sekitar perairan Kolong Kero untuk meningkatkan kewaspadaan. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai habitat buaya yang kerap mendekati area tempat warga mencari udang.