Mencari laptop pelajar kini butuh strategi lebih jeli. Kenaikan harga komponen, terutama RAM, membuat perangkat yang dulu masuk kategori terjangkau kini merangkak naik. Namun, bukan berarti harus mengorbankan kualitas demi harga murah. Ada beberapa opsi yang masih menawarkan keseimbangan antara performa, ketahanan baterai, dan portabilitas tanpa menembus batas anggaran ketat.
Dari hasil uji laboratorium dan pemakaian harian, tiga laptop berikut dinilai paling layak untuk kebutuhan menulis esai, riset online, hingga menonton film di sela waktu luang. Semuanya dibanderol di bawah USD 700 atau sekitar Rp 11,2 juta (estimasi kurs Rp 16.000), menjadikannya pilihan cerdas untuk tahun ajaran baru.
Bagi yang ingin merasakan ekosistem Apple tanpa harus merogoh kocek dalam, MacBook Neo adalah jawaranya. Laptop 13 inci ini mengusung chip A18 Pro yang responsif untuk membuka banyak tab browser dan aplikasi secara bersamaan. Layar Liquid Retina 2408 x 1506 yang tajam juga nyaman digunakan untuk membaca jurnal maupun streaming video.
Dengan bobot hanya 2,7 pon (sekitar 1,2 kg) dan bodi aluminium yang kokoh, perangkat ini sangat mudah diselipkan ke dalam tas ransel. Daya tahannya teruji mencapai 13 jam 28 menit, cukup untuk menemani aktivitas dari pagi hingga sore. Tersedia program Education Savings Pricing dari Apple yang memungkinkan pelajar mendapatkannya dengan harga lebih hemat, yaitu USD 599 (sekitar Rp 9,6 juta).
"Tidak ada laptop lain yang mendekati Neo dalam hal nilai uang yang dikeluarkan," ujar Mark Spoonauer, Global Editor-in-Chief di Tom's Guide. Kekurangannya, tidak ada keyboard backlit dan dukungan Thunderbolt, tetapi untuk pekerjaan akademik sehari-hari, ini bukanlah masalah besar.
Jika menginginkan laptop Windows dengan build quality setara perangkat mahal, Dell XPS 13 (2026) adalah pilihan yang sulit ditandingi di kelasnya. Casing aluminiumnya terasa kokoh, dan layar sentuh 2.5K (2560 x 1600) yang tajam menjadi nilai jual utama. Performa dari chip Intel Core 5 320 Wildcat Lake dengan RAM 8GB terbukti mulus menjalankan 15 tab Chrome bersamaan dengan aplikasi kelas lainnya.
Daya tahan baterainya mencatatkan waktu 14 jam 26 menit dalam pengujian, menjadikannya teman setia untuk kelas seharian penuh tanpa perlu membawa charger. Untuk pelajar, harga khusus yang ditawarkan mencapai USD 599 (sekitar Rp 9,6 juta), sebuah penawaran yang membuatnya layak menyandang predikat Editor's Choice.
"Ini adalah laptop Windows budget terbaik saat ini," kata Tony Polanco, Senior Computing Writer di Tom's Guide. Perlu dicatat, perangkat ini tidak dirancang untuk gaming berat atau editing video intensif, tetapi untuk multitasking perkuliahan, ia bekerja luar biasa.
Prioritas utama adalah daya tahan baterai? Lenovo IdeaPad Slim 3x adalah rajanya. Dalam pengujian, laptop ini bertahan hingga 16 jam 29 menit, angka yang fantastis dan mengalahkan MacBook Neo maupun Dell XPS 13. Dengan durasi tersebut, pelajar bisa meninggalkan charger di kos dan beraktivitas dari pagi hingga malam.
Ditenagai chip Arm-based Snapdragon X dan RAM 16GB, performanya cukup gesit untuk riset, panggilan video, dan mengetik dokumen panjang. Keyboard-nya juga nyaman digunakan dengan adanya numpad lengkap, sebuah nilai plus untuk tugas yang melibatkan angka. Harganya sangat bersahabat, sering turun hingga USD 449 (sekitar Rp 7,2 juta) di Walmart, atau normalnya USD 649 (sekitar Rp 10,4 juta).
"Laptop ini tetap menjadi pilihan utama bagi pelajar, pekerja jarak jauh, dan siapa pun yang butuh laptop murah dengan baterai seharian," ujar Stevie Bonifield, kontributor Tom's Guide. Kekurangannya, layar terasa kurang terang di adegan gelap dan speaker kurang nyaring, tetapi untuk harga segini, kompromi tersebut masih bisa dimaklumi.
Ketiga laptop ini mewakili kebutuhan berbeda: MacBook Neo untuk pengalaman macOS premium, Dell XPS 13 untuk pengguna Windows yang menginginkan layar tajam dan desain mewah, serta Lenovo IdeaPad Slim 3x untuk prioritas daya tahan baterai ekstrem. Pilihan akhir kembali pada kebutuhan dan preferensi sistem operasi masing-masing pelajar.