BELITUNG TIMUR — Ratusan warga yang tergabung dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Unit PT Timah Belitung, Kecamatan Gantung, bergerak menuju gudang penyimpanan bijih timah pada Jumat (7/8/2026). Di lokasi tersebut, aksi berubah menjadi anarkis ketika sejumlah peserta melemparkan batu ke arah gudang dan membakar ban di area depan penyimpanan.
Pantauan di lapangan, aparat keamanan gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi meluasnya aksi. Namun, situasi yang semakin memanas membuat petugas kesulitan mengendalikan massa secara efektif.
Pemicu aksi ini adalah kekesalan para pengunjuk rasa atas belum adanya tanggapan resmi dari pihak perusahaan terhadap tuntutan yang disuarakan. Emosi massa memuncak setelah unjuk rasa di depan kantor unit dianggap tidak membuahkan hasil.
Massa yang sudah berkumpul sejak siang akhirnya mengambil inisiatif untuk mendatangi area gudang. Aksi pelemparan batu dan pembakaran ban dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap manajemen yang dinilai mengabaikan aspirasi warga.
Kehadiran aparat keamanan gabungan di sekitar gudang penyimpanan tidak serta-merta meredam aksi. Massa yang terus bertambah justru semakin menunjukkan resistensi terhadap upaya penertiban yang dilakukan petugas.
Belum ada keterangan resmi dari pihak PT Timah maupun aparat kepolisian mengenai kerugian material akibat aksi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih berlangsung tegang dan aparat terus berupaya melakukan negosiasi dengan perwakilan massa.
Insiden ini menjadi catatan penting bagi hubungan industrial antara perusahaan tambang dan masyarakat sekitar di wilayah penghasil timah tersebut. Warga yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor pertambangan menuntut adanya kejelasan dan kepastian dari PT Timah atas berbagai persoalan yang mereka hadapi.