Kemenkes Buka Data Keterisian HCU RSCM Usai Pasien BPJS Meninggal setelah Tunggu 8 Jam di IGD

Penulis: Fajar  •  Jumat, 07 Agustus 2026 | 12:18:01 WIB
Ruas Instalasi Gawat Darurat RSCM terlihat padat, Jumat (7/8/2025), menyusul tingginya keterisian tempat tidur pasien rujukan nasional.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNGRumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memikul status rumah sakit rujukan nasional. Konsekuensinya, tingkat keterisian tempat tidur hampir selalu penuh. Kondisi inilah yang memperpanjang waktu tunggu pasien untuk dipindahkan dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang perawatan intensif.

"Prinsipnya di RSCM adalah pusat rujukan nasional, kemungkinan besar RSCM penuh itu sangat besar. Tapi apa harus menunggu 8 jam itu tergantung situasi, kalau kosong ya lebih cepat dari itu," kata Azhar di Jakarta, Kamis (6/8).

Bukan Kamar Rawat Inap Biasa, Pasien Butuh HCU

Azhar menjelaskan, kondisi Yurizal tidak memungkinkan untuk ditempatkan di ruang rawat inap standar. Pasien membutuhkan penanganan khusus di HCU—unit transisi antara ICU dan ruang perawatan biasa yang jumlah tempat tidurnya sangat terbatas.

"Kondisi pasien yang meninggal dan viral itu memang menunggu 8 jam karena butuh HCU yang jumlahnya terbatas dan bukan kamar rawat inap biasa," ujarnya.

Selain itu, Yurizal disebut memiliki penyakit penyerta dengan tingkat keparahan berat. Kendati demikian, Kemenkes belum membuka data rinci keterisian HCU RSCM pada hari kejadian, termasuk jumlah pasien antre dan durasi tunggu rata-rata harian.

Reporter: Fajar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top