PANGKALPINANG — Bawaslu Babel menuntaskan kunjungan ke sembilan partai politik tingkat provinsi dalam program SERASI. Kegiatan yang berlangsung sepanjang Juli 2026 ini merupakan tindak lanjut Instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Luar Tahapan.
Ketua Bawaslu Babel, EM Osykar, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai sarana membangun komunikasi yang lebih intensif dengan partai politik. Menurutnya, penguatan hubungan kelembagaan di luar masa tahapan menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan kepemiluan ke depan.
"Program SERASI diselenggarakan sebagai sarana memperkuat hubungan kelembagaan antara Bawaslu dan partai politik di Babel," kata EM Osykar dalam rilisnya di Pangkalpinang, Kamis.
Selama kunjungan bertahap itu, Bawaslu Babel mendatangi PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai NasDem, PKS, PPP, Partai Demokrat, PKB, dan Partai Bulan Bintang. Setiap pertemuan melibatkan unsur pimpinan partai dan jajaran sekretariat, dengan tim pendukung yang mendokumentasikan serta mencatat hasil diskusi.
Sejumlah pandangan dan masukan mengemuka dari para pengurus parpol. Beberapa di antaranya berkaitan dengan penguatan pendidikan politik, peningkatan literasi digital, hingga pengawasan terhadap penyebaran informasi yang menyesatkan.
Partai politik juga mendorong Bawaslu memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Kalangan pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas lokal dinilai punya peran penting menjaga kualitas demokrasi.
EM Osykar menyebut seluruh masukan yang terkumpul akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun program strategis ke depan. Bawaslu berkomitmen memperkuat langkah pencegahan pelanggaran sejak dini melalui koordinasi dan peningkatan kapasitas seluruh pihak yang terlibat.
"Seluruh masukan yang diperoleh akan menjadi bahan evaluasi bagi Bawaslu dalam menyusun berbagai program strategis pada masa mendatang," ujarnya.
Persiapan menghadapi Pemilu 2029 tidak hanya menyangkut aspek pengawasan. Bawaslu juga fokus pada penguatan kelembagaan, peningkatan sumber daya manusia, dan perluasan jaringan pengawasan partisipatif.
Menurut EM Osykar, keberhasilan penyelenggaraan pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga ditentukan oleh peran aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan terus diperkuat.
"Melalui kegiatan SERASI, Bawaslu Babel berharap komunikasi dan koordinasi dengan partai politik dapat terus terjalin dengan baik. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam menyongsong pelaksanaan tahapan Pemilu 2029," tutup Osykar.