Ekonomi Bangka Belitung Tumbuh 4,01 Persen di Triwulan II 2026, Warung Kopi dan Makan Bergizi Jadi Penopang Utama

Penulis: Ragil  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:04:01 WIB
Suasana aktivitas usaha mikro di Bangka Belitung yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 sebesar 4,01 persen.

PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perekonomian Bangka Belitung pada triwulan II 2026 masih tumbuh positif di tengah ketidakpastian global. Kendati angkanya sedikit terkoreksi dari 4,53 persen pada triwulan I menjadi 4,01 persen, struktur pertumbuhan mulai bergeser dari sektor ekstraktif ke ekonomi masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menyebut daya tahan ekonomi daerah saat ini justru ditopang oleh aktivitas usaha kecil yang tersebar hingga ke tingkat kelurahan.

Warung Makan dan Coffee Shop Jadi Penopang Baru

Lapangan usaha penyediaan akomodasi serta makan dan minum mencatatkan kinerja paling solid. Lonjakan usaha warung makan dan warung kopi di sejumlah kabupaten/kota menjadi indikasi bergeraknya sektor riil di masyarakat.

"Pertumbuhan positif tersebut didorong oleh meningkatnya usaha warung makan dan warung kopi," jelas Rommy di Pangkalpinang, Kamis (6/8/2026).

Program MBG dan Koperasi Merah Putih Pacu Konsumsi Pemerintah

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga dan pemerintah tumbuh signifikan. Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semakin masif ikut menggerakkan ekonomi, didukung pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di berbagai titik.

Realisasi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) turut mendorong perputaran uang di daerah. Kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan saat perayaan Iduladha serta festival daerah juga menambah laju konsumsi.

Investasi Fisik Menguat, Ekspor Masih Tertekan

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatatkan kinerja positif sejalan dengan realisasi investasi fisik. Pembangunan SPPG, sekolah Garuda, perbaikan jalan, jembatan, pelabuhan, hingga peningkatan pembelian kendaraan bermotor baru menjadi kontributor utama.

Namun, kinerja ekspor masih tertekan. Harga dan permintaan komoditas utama daerah seperti timah, lada, dan karet belum pulih di pasar global. Sektor industri pengolahan dan pertambangan pada periode ini juga belum memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.

BI Dorong Hilirisasi dan Kebangkitan UMKM

Menghadapi tantangan tersebut, Bank Indonesia Babel berkomitmen memperkuat stabilitas dan mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru. Langkah strategis difokuskan pada investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan, serta pengembangan pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal.

"Kami juga mengakselerasi UMKM agar lebih maju dan masuk ke ekosistem digital dan global, serta membangun ekosistem syariah yang tepat," tegas Rommy.

Bank Indonesia terus mendorong peningkatan transaksi digital melalui implementasi QRIS untuk mendukung transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal. Berdasarkan asesmen dan surveilans, perekonomian daerah ke depan dipandang akan tumbuh positif, sehingga perlu didukung optimisme, komitmen, dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

Reporter: Ragil
Sumber: negerilaskarpelangi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top