Rupiah Menguat ke Rp17.911 per Dolar AS, Analis Sebut Optimisme Pembukaan Kembali Selat Hormuz Jadi Pemicu

Penulis: Yasir  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:17:01 WIB
Rupiah ditutup menguat ke level Rp17.911 per dolar AS pada perdagangan Kamis (6/8/2026).

JAKARTA — Pasar valuta asing di dalam negeri merespons positif kabar negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait jalur pelayaran strategis di Timur Tengah. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut sentimen eksternal ini menjadi katalis utama penguatan rupiah pada hari ini.

“Rupiah menguat seiring optimisme Selat Hormuz akan dibuka kembali,” ujar Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Harga Minyak Turun Drastis, Tekanan ke Rupiah Mereda

Kabar negosiasi tersebut berdampak langsung pada harga komoditas energi. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat merosot signifikan dari level penutupan pekan lalu di angka 86 dolar AS per barel menjadi 74,60 dolar AS per barel sejak Senin (3/8).

Penurunan harga minyak ini otomatis meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi dan defisit fiskal, yang selama ini menjadi beban bagi mata uang negara importir minyak seperti Indonesia.

AS dan Iran Dikabarkan Capai Kesepakatan Soal Navigasi

Mengutip Anadolu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Washington dan Teheran berpotensi mencapai kesepakatan untuk memulihkan kebebasan pelayaran bagi kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Kesepakatan itu disebut bisa diumumkan pada Selasa atau Rabu (5/8) waktu setempat.

Bessent juga menyinggung soal izin bagi Iran untuk menarik tarif tol di jalur perairan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa poin utama dari perjanjian itu adalah jaminan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur utama pengangkut sekitar sepertiga minyak dunia.

Data PDB Kuartal II Lebih Kuat dari Ekspektasi

Dari dalam negeri, rupiah juga mendapat sokongan dari rilis data pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen (year on year) pada triwulan II 2026. Angka ini melampaui ekspektasi pelaku pasar yang sebelumnya hanya memperkirakan pertumbuhan di kisaran 5,1 persen.

Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp3.396,6 triliun.

Kendati demikian, Lukman mengingatkan agar pelaku pasar tidak serta-merta terlena dengan data tersebut. “PDB kuartal II yang lebih kuat tidak mengartikan akan kembali kuat ke depannya. Namun, apabila harga minyak turun terus, ini akan meredakan tekanan pada fiskal dan rupiah, dan bisa mendukung pertumbuhan ke depannya,” jelasnya.

Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Berdasarkan kombinasi sentimen eksternal dan domestik tersebut, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada di rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS. Pasar masih akan mencermati perkembangan negosiasi Selat Hormuz serta data ekonomi AS yang dijadwalkan rilis pada malam hari nanti.

Reporter: Yasir
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top