PANGKALPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Bangka Belitung mencatat progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 telah menembus 76 persen hingga Selasa (4/8). Capaian ini diyakini bakal tuntas sesuai jadwal pada akhir Agustus tahun depan.
Kepala BPS Kepulauan Babel Sugeng Arianto menyampaikan, sejauh ini tidak ada satu pun petugas sensus yang ditolak warga saat melakukan pencacahan di lapangan. Masyarakat dinilai cukup kooperatif dalam memberikan data yang dibutuhkan.
"Alhamdulillah, hingga saat kegiatan sensus berjalan dengan lancar karena masyarakat mendukung kegiatan sensus ekonomi tahun ini," ujarnya di Pangkalpinang, Selasa.
Meski respons warga positif, Sugeng mengakui proses pengumpulan data tidak selalu berjalan mulus dalam satu kali kunjungan. Petugas kerap perlu menjalin komunikasi berkali-kali dengan responden untuk memastikan informasi yang masuk benar-benar valid.
"Walaupun untuk mendapatkan informasi dan data ini, petugas harus melakukan komunikasi berkali-kali kepada masyarakat, agar data yang diperlukan akurat, valid dan sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat," kata dia.
Di sisi lain, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani secara khusus menerima kedatangan petugas sensus di lingkungannya. Langkah ini sekaligus menjadi contoh bagi aparatur daerah dan masyarakat luas agar tidak ragu membuka data kepada petugas BPS.
Hidayat menegaskan, informasi yang akurat merupakan kunci utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Tanpa data valid, perencanaan dari tingkat desa hingga provinsi berpotensi meleset dari kebutuhan riil warga.
"Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi," kata Hidayat Arsani.
Orang nomor satu di Babel itu mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut atau ragu saat petugas datang. Keterbukaan warga dalam menyampaikan kondisi ekonominya akan membantu pemerintah menangani berbagai persoalan daerah secara lebih terukur.
"Saya mengimbau seluruh warga untuk menyambut kedatangan petugas sensus ini dan memberikan informasi yang jujur serta apa adanya. Tidak perlu ragu atau takut," ujarnya.
Hidayat pun telah memberikan contoh langsung dengan menyerahkan data yang diperlukan petugas saat kunjungan tersebut. Ia berharap tindakannya bisa menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Bangka Belitung di masing-masing wilayah.
"Hari ini saya memberikan data-data yang diperlukan petugas sensus ini dan diharapkan ini dapat menjadi teladan bagi seluruh elemen masyarakat Bangka Belitung untuk menyambut hangat kedatangan para petugas sensus di wilayah masing-masing," tuturnya.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh pelaku usaha di Indonesia, termasuk sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Hasil sensus ini akan menjadi basis data utama pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun kebijakan ekonomi lima tahun ke depan.