TOBOALI — Kolaborasi lintas sektor untuk membangun kawasan transmigrasi berbasis pertanian berkelanjutan mulai digarap serius di ujung selatan Pulau Bangka. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bangka Selatan duduk satu meja merancang pendampingan bagi warga Transmigrasi Batubetumpang.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, menyambut langsung tim yang digagas Kementerian Transmigrasi tersebut. Ia menilai kehadiran akademisi dari Bogor ini menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembangunan kawasan, sekaligus mendorong kesejahteraan warga melalui sektor pertanian yang tidak merusak lingkungan.
Ketua Tim Ekspedisi Patriot 2026 IPB University, Dr. Suprehatin, memaparkan bahwa pendampingan tidak akan berjalan instan. Ada tiga pilar utama yang menjadi perhatian timnya.
"Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat lokal sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah," ujar Suprehatin dalam keterangannya, Senin.
Audiensi di ruang kerja wakil bupati itu menjadi penanda awal sinergi tiga institusi. Perguruan tinggi membawa riset dan teknologi, Kementerian Transmigrasi menyiapkan skema program, sementara pemerintah daerah memastikan implementasi di lapangan berjalan mulus.
Debby Vita Dewi berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada seremoni. Ia meminta seluruh OPD terkait untuk mendukung kelancaran program, terutama dalam hal pendampingan lapangan dan fasilitasi kebutuhan petani setempat.
Ambisi besar menempel pada proyek ini. Jika berjalan sesuai rencana, Batubetumpang tidak hanya menjadi kawasan transmigrasi biasa, melainkan percontohan nasional yang mengintegrasikan pembangunan wilayah dengan sistem pertanian organik.
Suprehatin menambahkan, target akhirnya adalah menciptakan ekosistem pertanian yang produktif, berdaya saing, dan tetap lestari. Dengan pendekatan partisipatif, warga lokal diajak terlibat aktif sejak perencanaan, bukan sekadar menjadi objek program.
Langkah berikutnya, tim akan melakukan pemetaan kebutuhan dan kondisi lahan secara lebih detail sebelum program pendampingan intensif dimulai. Pemkab Bangka Selatan berkomitmen menyiapkan dukungan administratif dan infrastruktur penunjang di kawasan transmigrasi tersebut.