KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Rencana pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di dalam negeri kembali menemui titik terang. Dalam konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/8), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa detail stimulus untuk kendaraan listrik sudah dipatangkan dan tinggal menunggu pengumuman resmi dari kepala negara.
"Kita akan memberikan beberapa stimulus ke perekonomian. Dalam waktu dekat, kalau enggak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik, nanti Bapak Presiden akan mengumumkan," ujar Purbaya di hadapan wartawan.
Wacana pemberian insentif ini sebenarnya sudah mengemuka sejak awal tahun. Bocoran skema yang sempat dibahas mencakup subsidi langsung sebesar Rp 5 juta per unit untuk 100 ribu motor listrik. Sementara untuk mobil listrik, pemerintah menyiapkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bagi 100 ribu unit, dengan besaran diskon 40 hingga 100 persen yang ditentukan oleh komposisi nikel pada baterai.
Program ini awalnya direncanakan efektif pada Juni 2026, namun mundur ke Juli, dan akhirnya kembali ditunda hingga Agustus 2026. Purbaya enggan membeberkan detail lebih lanjut dalam kesempatan tersebut, namun menegaskan bahwa skema finalnya kemungkinan besar masih sejalan dengan apa yang pernah didiskusikan sebelumnya.
"Nanti kalau saya kasih tahu bocor. Tapi nanti kayaknya enggak beda dengan yang pernah kita diskusikan sebelumnya. Kita akan lihat, mungkin seminggu-dua minggu lagi (pengumuman insentif)," imbuhnya.
Insentif kendaraan listrik hanyalah satu bagian dari paket stimulus yang disiapkan pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di semester II/2026. Purbaya menyebut pemerintah juga memastikan kepastian penjaminan likuiditas ke sistem keuangan melalui koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga iklim investasi yang dinilai sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini bisa pulih ke kisaran 5,6 persen hingga 6 persen.
Di luar sektor keuangan, pemerintah juga menyiapkan dana khusus untuk mengantisipasi dampak fenomena musiman El Nino. Meski mengaku lupa angka pastinya, Purbaya memastikan anggaran tersebut sudah dianggarkan dan siap digelontorkan sewaktu-waktu. "Ada tambahan dana untuk El Nino, tapi saya jumlahnya lupa, itu untuk mengatasi dampak El Nino aja. Kita belum hitung dengan detail, tapi ada, sudah saya wacanakan dan besaran kasarnya udah ada," tandasnya.
Bagi calon pembeli kendaraan listrik, pengumuman yang akan disampaikan Presiden dalam beberapa pekan mendatang menjadi penanda penting. Jika skema awal benar-benar direalisasikan, konsumen motor listrik berpeluang mendapatkan potongan harga langsung Rp 5 juta, sementara pembeli mobil listrik bisa menikmati keringanan pajak hingga 100 persen tergantung kandungan nikel pada baterai kendaraan yang dipilih.
Bagi industri, kepastian regulasi ini menjadi sinyal positif setelah program sempat tertunda dua kali. Produsen yang selama ini menunggu kepastian kebijakan akhirnya bisa menghitung ulang strategi harga dan volume produksi untuk enam bulan terakhir tahun 2026.