MENTOK — Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang diprediksi berlangsung lama. Ia menyebut banyak lahan yang ditumbuhi rumput liar kini mulai mengering dan mudah terbakar.
"Kami minta warga mengantisipasi kebakaran di musim kemarau ini, saat ini sudah banyak lahan kering dan mudah terbakar sehingga perlu berhati-hati terhadap segala aktivitas yang bisa menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Helen di Mentok, Senin.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, periode Agustus menjadi titik rawan meningkatnya potensi karhutla. Kondisi ini diperparah dengan fenomena El Nino yang membuat cuaca semakin kering.
Seluruh personel Polres hingga Polsek jajaran telah diperintahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Salah satu langkah konkret yang diinstruksikan adalah memperbarui data sumber-sumber air di setiap wilayah sebagai cadangan apabila terjadi kebakaran.
Kapolres menegaskan personel yang pertama tiba di lokasi kebakaran wajib melakukan evakuasi terhadap warga maupun harta benda yang terdampak. Setelah itu, koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa, TNI, BPBD, dan masyarakat untuk pemadaman.
Setiap penanganan di lapangan juga wajib didokumentasikan sebagai bagian dari pelaporan. Hal ini memastikan respons cepat dan akuntabilitas dalam setiap kejadian.
Polres Bangka Barat mengajak masyarakat berperan aktif mencegah karhutla. Aktivitas yang dilarang keras antara lain membuka lahan dengan cara dibakar dan membuang puntung rokok sembarangan di area yang rawan kering.
"Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Jangan menunggu api membesar baru melapor," tegas Helen.
Kepala Seksi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso menyebut langkah deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci agar kebakaran tidak meluas. Seluruh jajaran akan terus meningkatkan patroli dan bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dan masyarakat.
"Dengan kesiapsiagaan aparat dan dukungan masyarakat kami optimistis potensi karhutla di Bangka Barat dapat dicegah sejak dini sehingga tidak menimbulkan bencana yang lebih besar," ujar Yos.