MENTOK — Langkah awal gerakan ini memfokuskan pembersihan di sejumlah titik lahan kosong yang selama ini ditumbuhi vegetasi liar. Elvi Diana menilai kawasan terbengkalai tidak hanya mengurangi estetika kota, tetapi juga berpotensi menjadi sarang sampah dan memicu persoalan lingkungan baru.
"Sebagai langkah awal, kita berkolaborasi dengan PLN memfokuskan pembersihan semak belukar, hutan kecil dan lahan-lahan kosong yang selama ini tidak terawat," kata Elvi di Mentok, Minggu.
Politisi dari Daerah Pemilihan Bangka Barat ini menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan wajah kota yang lebih tertata.
Dalam pelaksanaannya, petugas Dinas Lingkungan Hidup akan bersinergi dengan petugas PLN. Elvi berharap perusahaan-perusahaan lain turut berpartisipasi, seperti PT Timah Tbk, PT Bank Mandiri, dan Bank SumselBabel yang memiliki lahan sitaan perbankan terbengkalai di wilayah tersebut.
Menurutnya, lahan-lahan milik korporasi yang tidak terurus sering kali menjadi titik kumuh. Padahal, jika dibersihkan secara rutin, kawasan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi keindahan kota dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi warga.
Elvi memastikan kegiatan ini tidak bersifat seremonial belaka. Rencananya, pembersihan akan dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan hingga akhir tahun agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Pelaksanaannya akan dilakukan secara berkelanjutan sampai akhir tahun. Harapannya, hasilnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat dan wajah Kota Mentok maupun Bangka Barat menjadi lebih bersih, indah dan tertata," ujarnya.
Melalui program ini, Elvi berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat. Ia mengajak seluruh elemen warga untuk ikut berpartisipasi menjaga area yang telah dibersihkan agar tidak kembali dipenuhi sampah maupun semak liar.
Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik bagi kesadaran kolektif bahwa merawat lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kebutuhan bersama demi kenyamanan hidup di Kota Mentok dan Bangka Barat.