Dua ABK KM Kenanga Indah Ditemukan Tewas di Perairan Bangka Tengah, Satu Sempat Lompat Tolong Rekan

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 10:26:31 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah dua ABK KM Kenanga Indah yang ditemukan tewas di Perairan Lubuk Besar, Bangka Tengah, Rabu (27/7).

PANGKALPINANG — Insiden nahas di perairan Lubuk Besar, Bangka Tengah, berakhir dengan duka. Dua ABK KM Kenanga Indah yang sempat dinyatakan hilang sejak Senin (27/7) akhirnya ditemukan tewas oleh tim SAR gabungan. Korban terakhir, Rikky (22), berhasil dievakuasi pada Rabu malam, sekitar 13 nautical mile (NM) dari titik terakhir ia diketahui berada.

Kepala Basarnas Bangka Belitung, Mikel Rachman Junika, mengonfirmasi bahwa Rikky ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 18.40 WIB. "Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban terakhir atas nama Rikky. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada jarak sekitar 13 NM dari Last Known Position (LKP)," ujarnya kepada wartawan, Rabu malam.

Kronologi: Berawal dari Mandi di Belakang Kapal

Peristiwa tragis ini bermula saat Rikky mandi di bagian belakang kapal. Tiba-tiba, gelombang besar datang dan membuat kapal oleng hingga Rikky terjatuh ke laut. Melihat rekannya dalam bahaya, M Farhan tanpa berpikir panjang langsung melompat untuk memberikan pertolongan.

"Mengetahui kejadian tersebut, rekannya yakni Farhan bergegas melompat untuk memberikan pertolongan. Karena kondisi arus laut yang sangat kencang, kedua korban justru terbawa arus dan menghilang," beber Mikel. Kedua korban dilaporkan hilang pada Senin (27/7) pukul 11.00 WIB.

Pencarian Darurat dan Laporan ke Basarnas

ABK lainnya yang menyaksikan kejadian itu segera melakukan pencarian mandiri. Upaya tersebut sempat dibantu oleh nelayan setempat, namun hingga pukul 19.00 WIB, kedua korban tak kunjung ditemukan. Pemilik kapal, Albar Gumilar, akhirnya melaporkan insiden ini ke Kantor Basarnas Pangkalpinang pada pukul 20.19 WIB untuk meminta bantuan pencarian.

Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di perairan Lubuk Besar. Hasilnya, pada Rabu pagi, M Farhan (25) ditemukan dalam kondisi meninggal sekitar 3 NM dari LKP. Beberapa jam kemudian, giliran Rikky yang ditemukan pada jarak lebih jauh. "Dengan ditemukannya Rikky, maka seluruh korban insiden nahas di Perairan Lubuk Besar ini telah dievakuasi," pungkas Mikel.

Jenazah kedua korban kini telah dievakuasi ke RSUD Bangka Tengah untuk proses lebih lanjut. Kejadian ini menjadi peringatan akan bahaya mandi di laut lepas, terutama saat kondisi gelombang dan arus tidak bersahabat.

Reporter: Sutomo
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top