PANGKALPINANG – Berawal dari rasa penasaran dan kejelian melihat peluang pada 2018, Dewi bersama suaminya Saparudin mulai menjual parfum ke rekan kerja dan orang terdekat. Usaha kecil dari rumah itu perlahan berkembang. Setelah mendapatkan pendanaan dari PT TIMAH, mereka memberanikan diri membuka toko di Jalan Depati Hamzah, dekat Masjid At-Taqwa, lalu pindah ke lokasi yang lebih luas di Air Itam, Kota Pangkalpinang.
Kala pertama membuka toko, Dewi hanya menyediakan 40 hingga 50 varian aroma parfum. Kini, Rizky Parfume memiliki sekitar 200 varian aroma yang siap dijual. “Dulu kami hanya menyediakan 40 sampai 50 varian aroma parfum. Sekarang sudah ada sekitar 200 varian aroma parfum yang siap dijual,” ujar Dewi.
Sebagai mitra binaan PT TIMAH, Dewi mendapatkan berbagai edukasi dan pelatihan terkait pengelolaan usaha. “PT TIMAH memberikan pemahaman tentang cara mengelola dan menjalankan usaha melalui berbagai pelatihan yang diadakan. Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk meningkatkan usaha yang kami jalankan,” ungkapnya. Pendampingan itu, menurut Dewi, menjadi bekal penting untuk mengembangkan Rizky Parfume secara bertahap.
Salah satu keunggulan Rizky Parfume adalah layanan meracik parfum sesuai aroma yang diinginkan pelanggan. Dewi dan suaminya menyediakan beragam pilihan – mulai dari aroma parfum ternama, aroma unik, hingga wangi yang sedang populer. Bahan baku diperoleh dari agen, kemudian diracik berdasarkan pengetahuan yang dipelajari. “Bahan baku parfum didapatkan dari agen, kemudian kami racik berdasarkan cara-cara yang telah kami pelajari dari agen,” jelas Dewi.
Menurut Dewi, tantangan terbesar dalam menjalankan usaha parfum adalah mengenali ratusan aroma yang tersedia. Setiap pelanggan memiliki selera berbeda, sehingga pengetahuan karakter aroma menjadi penting. “Biasanya kami mengaitkan aroma dengan sesuatu yang sudah familiar, seperti aroma buah-buahan atau bunga. Dengan begitu, lebih mudah untuk menghafalnya,” ujarnya.
Seiring waktu, Rizky Parfume terus melebarkan sayap. Selain melayani pelanggan langsung di toko, Dewi memanfaatkan jaringan reseller dan kanal digital – WhatsApp, Facebook, Instagram – untuk memperluas pemasaran. Promo dan kupon juga diberikan agar pelanggan kembali berbelanja.
Parfum tersedia dalam berbagai ukuran, mulai botol 7,5 mililiter hingga 100 mililiter, dengan harga Rp18 ribu sampai Rp400 ribu. Pada 2020, mereka berhasil membuka cabang kedua di Kecamatan Pangkal Balam.
Kini, di balik etalase yang dipenuhi ratusan aroma, tersimpan perjalanan panjang Dewi membangun usaha – dari merintis di rumah, membuka toko pertama, hingga memiliki cabang. “Harapan saya, PT TIMAH ke depannya tetap berkembang dan terus membina mitra binaannya dengan memberikan berbagai pelatihan. Semoga PT TIMAH sukses selalu dan jaya selalu,” tuturnya.