PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelontorkan 3,1 juta tablet tambah darah ke seluruh pelosok daerah sebagai upaya menekan prevalensi anemia pada kelompok rentan. Plt Kepala DP3ACSKB Provinsi Babel Megawati Soeroso menyatakan sasaran utama program ini adalah ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas, dan remaja putri yang telah mengalami menstruasi.
Megawati menjelaskan anemia pada remaja putri sangat berbahaya karena akan terbawa hingga masa kehamilan. "Pada saat hamil anemia tentunya akan kekurangan gizi dan bayinya juga akan kekurangan gizi. Ini yang kita cegah," ujarnya di Pangkalpinang, Sabtu.
Distribusi dilakukan secara terprogram — satu kali dalam seminggu — melalui puskesmas dan sekolah menengah atas. Tablet tambah darah diberikan dalam tiga kategori: untuk ibu hamil, terapi anemia ringan ibu hamil, serta untuk ibu nifas dan remaja putri.
Dari total 3.168.000 tablet yang disalurkan, Dinas Kesehatan Provinsi bersama DP3ACSKB merinci alokasi masing-masing daerah:
Distribusi ke Pangkalpinang yang hanya 400 tablet mengindikasikan cakupan puskesmas dan sekolah di kota tersebut sudah relatif kecil atau kebutuhan sudah terpenuhi lewat program rutin sebelumnya.
Menurut Megawati, pemberian tablet tambah darah merupakan intervensi strategis untuk mencegah stunting, kematian ibu, kematian bayi, dan gizi buruk pada balita. Remaja putri menjadi prioritas karena mereka adalah calon ibu di masa depan. Jika sejak remaja sudah menderita anemia, maka risiko melahirkan anak stunting meningkat signifikan.
Pemprov Babel menargetkan cakupan 100% pada akhir 2026. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan tablet benar-benar dikonsumsi oleh sasaran, bukan sekadar diterima lalu disimpan.