KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pertamina kembali menyesuaikan harga BBM nonsubsidi di tengah fluktuasi harga minyak global. Melalui laman resmi MyPertamina, perusahaan mencatat penurunan signifikan pada Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sejak awal Juli. Namun, Pertamax RON 92 dan Pertamax Green 95 tetap stabil.
Dibandingkan harga sebelumnya, Dexlite menjadi produk dengan koreksi terbesar. Sebelumnya dijual Rp 23.000 per liter, kini turun menjadi Rp 19.700 per liter di wilayah dengan PBBKB 5 persen seperti DKI Jakarta. Turun Rp 3.300 per liter.
Pertamina Dex juga anjlok dari Rp 24.800 menjadi Rp 21.150 per liter – hemat Rp 3.650. Sementara Pertamax Turbo turun Rp 1.450 menjadi Rp 19.300 per liter. Harga tersebut berlaku untuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Sumatera.
Pemerintah dan Pertamina mempertahankan harga Pertalite (RON 90) dan Biosolar (CN 48) di angka yang sama untuk semua wilayah. Tidak ada perubahan sejak penetapan awal tahun. Artinya, pengguna kendaraan roda dua dan diesel subsidi tidak merasakan dampak penyesuaian Juli ini.
Berikut rincian harga BBM Pertamina di berbagai daerah, dikutip dari MyPertamina:
Wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara
Sumatera (kecuali FTZ)
Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua
FTZ Sabang & Batam
Penurunan harga ini berlaku di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina. Konsumen dapat mengecek harga terkini melalui aplikasi MyPertamina atau langsung di SPBU terdekat. Tidak ada perubahan untuk BBM bersubsidi, sehingga pengguna Pertalite dan Biosolar tidak perlu khawatir dengan kenaikan.