PANGKALPINANG — Kepala Basarnas Bangka Belitung Mikel Rachman Junika menyatakan tim rescue dari Unit Siaga SAR Toboali dikerahkan setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima permintaan bantuan evakuasi dari Damkar Bangka Selatan. Penyisiran difokuskan pada puing-puing bangunan yang diduga masih menyisakan warga.
"Di tengah penyisiran malam hari, tim SAR berhasil menemukan satu keluarga bersama anak-anak yang masih bertahan di dalam sebuah pondok di area dusun tersebut," kata Mikel.
Temuan itu menjadi titik paling kritis dalam operasi malam tersebut. Keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan anaknya itu sudah tidak bisa keluar sendiri dari lokasi.
Kondisi Korban Saat Ditemukan: Terisolasi di Tengah Asap Pekat
Mikel menyebut kedua korban berada dalam kondisi terisolasi dengan kepungan asap pekat sisa kebakaran hebat. Petugas langsung mengamankan dan membawa mereka menuju titik pengungsian yang? lebih aman.
"Mereka berada dalam kondisi terisolasi dengan kepungan asap pekat sisa kebakaran hebat. Petugas segera mengamankan serta mengevakuasi keluarga tersebut menuju titik pengungsian yang lebih aman," ujarnya.
Api dari Lahan Gambut Menjalar ke Rumah Warga Dusun Serdang
Menurut laporan Damkar Bangka Selatan, kebakaran bermula dari api yang merambat dari lahan gambut tak jauh dari permukiman warga. Titik awal berada di kawasan hutan sekitar Dusun Serdang.
Angin yang bertiup kencang membuat api menyebar dengan cepat dan melahap deretan bangunan satu per satu. Warga yang kewalahan mengendalikan api segera menghubungi tim gabungan untuk meminta pertolongan.
"Peristiwa tersebut berawal ketika api dari hutan menjalar ke salah satu rumah warga di Dusun Serdang. Angin yang bertiup kencang membuat si jago merah menyebar dengan cepat dan melahap deretan bangunan satu per satu," tambah Mikel.
305 Rumah Terdampak, Penyisiran Masih Berlanjut
Data sementara mencatat 305 rumah di Desa Jelutung II terdampak kebakaran yang merembet dari lahan gambut tersebut. Angka itu menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu karhutla paling luas dampaknya di Bangka Selatan dalam periode ini.
Tim SAR gabungan bersama Damkar masih menyisir area puing-puing untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum dievakuasi. Warga yang kehilangan tempat tinggal diarahkan ke titik pengungsian yang disiapkan pemerintah desa dan instansi terkait.