Pencarian

BNN Temukan 1.716 dari 1.745 Sampel Cairan Vape Mengandung Narkotika, 88,9 Persen Etomidate

Kamis, 01 Oktober 2026 • 14:00:32 WIB
BNN Temukan 1.716 dari 1.745 Sampel Cairan Vape Mengandung Narkotika, 88,9 Persen Etomidate
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan temuan cairan vape mengandung narkotika dalam keterangan pers di Jakarta.

JAKARTA — Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyebut temuan cairan vape bernarkotika sebagai salah satu isu krusial dalam pemberantasan narkotika. Dari total 1.745 sampel yang diuji, hanya 29 sampel yang tidak terdeteksi mengandung narkotika maupun NPS.

Angka 88,9 persen sampel mengandung etomidate menjadikan senyawa tersebut sebagai zat paling dominan dalam temuan laboratorium. Etomidate selama ini dikenal sebagai obat anestesi yang disalahgunakan dalam campuran cairan rokok elektrik.

Pengujian Laboratorium hingga 12 Agustus 2026

Pengujian dilakukan Pusat Laboratorium Narkotika BNN dengan batas waktu data hingga 12 Agustus 2026. Sampel yang diperiksa berasal dari cairan rokok elektrik yang beredar di masyarakat.

Selain etomidate, sejumlah sampel terdeteksi mengandung narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS). Jenis zat ini terus bermunculan dan menyulitkan deteksi dini karena strukturnya kerap dimodifikasi.

BNN Minta Bakom RI Bantu Diseminasi Pesan Antinarkotika

Dalam pertemuan dengan Bakom RI, Suyudi mendorong penguatan kerja sama kedua lembaga untuk menyebarluaskan pesan antinarkotika kepada masyarakat.

"Kami berharap Badan Komunikasi Pemerintah dapat bersinergi kuat dalam mendiseminasikan pesan-pesan antinarkotika sekaligus mendorong langkah konkret kerja sama BNN dan Badan Komunikasi Pemerintah," ujar Suyudi.

Ia juga menekankan arahan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) agar seluruh elemen negara tidak membiarkan BNN bekerja sendiri menghadapi ancaman narkotika.

"Penguatan sinergi lintas sektoral menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman narkotika," katanya.

Program ANANDA BERSINAR hingga Layanan Tele-Rehabilitasi

BNN memaparkan sejumlah program yang berjalan, antara lain Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika (ANANDA BERSINAR) dan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN).

Layanan lain mencakup rehabilitasi keliling, tele-rehabilitasi secara daring, serta pusat panggilan BNN 184 yang bisa diakses masyarakat.

Bakom RI Akan Bawa Isu Narkotika ke Pembahasan Lebih Tinggi

Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menyatakan komitmennya membawa persoalan narkotika yang disampaikan BNN ke tingkat pembahasan lebih tinggi. Ia akan mendorong agar perang melawan narkotika menjadi salah satu agenda utama Presiden Prabowo Subianto.

Bakom RI akan melakukan pembahasan internal untuk mematangkan bentuk kerja sama dengan BNN. Langkah konkret yang dapat dilakukan kedua lembaga menjadi bagian dari pembahasan tersebut.

Follow www.belitungsatu.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks