PANGKALPINANG — KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero), membukukan pengelolaan 12,7 juta ton barang sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka itu mencerminkan aktivitas logistik berbasis kereta api yang tetap bergerak positif di tengah kebutuhan distribusi komoditas dan barang antarwilayah.
Volume angkutan bulanan perusahaan menunjukkan tren naik. Pada Januari 2026, total angkutan tercatat 1,1 juta ton, lalu meningkat bertahap hingga 2,07 juta ton pada Agustus 2026. Capaian Agustus itu menjadi volume bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan.
Dari 1,1 Juta Ton ke 2,07 Juta Ton dalam Delapan Bulan
Kenaikan volume bulanan dari 1,1 juta ton ke 2,07 juta ton hampir dua kali lipat dalam delapan bulan. Perusahaan menilai perkembangan itu sebagai indikator positif, terutama karena kebutuhan angkutan yang dikelola makin beragam melalui berbagai lini bisnis.
Keragaman layanan itu mencakup angkutan peti kemas, kurir, hingga komoditas non kontainer. Kombinasi segmen tersebut menjadi penopang utama volume barang yang diangkut KAI Logistik sepanjang periode tersebut.
Peti Kemas hingga Komoditas Non Kontainer Jadi Penopang
VP of Corporate Secretary KAI Logistik, Dwi Wulandari, menyatakan capaian hingga Agustus menjadi momentum menjaga konsistensi kinerja sekaligus memperkuat fondasi bisnis ke depan.
"Kinerja hingga Agustus 2026 menunjukkan bahwa aktivitas angkutan barang KAI Logistik tetap memiliki ruang pertumbuhan. Tidak hanya dari sisi volume, kami juga melihat pentingnya menjaga komposisi bisnis melalui penguatan berbagai segmen, termasuk peti kemas, kurir, maupun komoditas non kontainer. Hal ini menjadi bagian dari upaya kami untuk merespons kebutuhan pelanggan dengan layanan yang semakin relevan," ujar Dwi.
Pernyataan itu menegaskan bahwa pertumbuhan volume bukan satu-satunya ukuran yang dijaga perusahaan. Komposisi bisnis lintas segmen dinilai sama pentingnya untuk merespons kebutuhan pelanggan yang terus berubah.
Respons terhadap Kebutuhan Pelanggan yang Makin Beragam
Peningkatan volume bulanan yang konsisten mengindikasikan permintaan angkutan barang berbasis kereta api masih terbuka lebar. KAI Logistik memposisikan layanan yang makin relevan sebagai kunci merespons kebutuhan tersebut.
Perusahaan belum merinci proyeksi volume hingga akhir 2026. Namun capaian delapan bulan pertama tahun berjalan menjadi acuan untuk menjaga laju angkutan pada sisa tahun.