KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan terhadap sektor energi untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan standar ESG. Pertamina Foundation, yang berperan sebagai mitra strategis Pertamina dalam program CSR, ingin memastikan ekosistem pendidikannya selaras dengan kebutuhan industri.
"Town Hall Meeting hari ini bukan sekadar acara serah terima jabatan, melainkan bentuk keberlanjutan perjalanan. Kita menghargai dan belajar dari masa lalu, namun harus terus melangkah ke depan," ujar President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, dalam siaran persnya di Jakarta.
Target Besar di Bawah Kepemimpinan Baru
Agus menegaskan, Pertamina Foundation harus menjadi enabler dan katalisator transformasi Pertamina Group. Fokus utama ke depan adalah mencapai zero incident HSSE, mengembangkan teknologi IT unggul, serta mendorong kreativitas riset di bidang biofuel, solar panel, dan waste management.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pengembangan bisnis agar institusi ini mampu tumbuh menjadi pemain global. Kolaborasi ekosistem pendidikan dengan Pertamina Group diarahkan untuk mendukung agenda strategis perusahaan, khususnya di bidang keberlanjutan dan hilirisasi.
Rekam Jejak dan Prestasi UPER
Sebelum pergantian kepemimpinan ini, Pertamina Foundation bersama UPER telah mencatatkan sejumlah capaian. Di sektor pemberdayaan masyarakat, mereka mengembangkan 44 Desa Energi Berdikari dan melatih 6.325 UMKM. Program PFpreneur juga telah menyalurkan bantuan modal usaha kepada 840 UMKM.
Di sisi akademik, UPER resmi menyandang Akreditasi UNGGUL dari BAN-PT berdasarkan SK No. 27/SK/BAN-PT/Ak/PT/II/2026. Pada Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025, UPER menempati posisi Top 4 Kampus Terbaik Nasional untuk SDG's 7 dan peringkat ke-25 Kampus Terbaik PTN-PTS di Indonesia.
Kursi Ketua Dewan Pengawas Berganti
Posisi Ketua Dewan Pengawas Pertamina Foundation periode 2021-2026 yang dipegang Syahrial Mukhtar kini diteruskan oleh Robby Rafid. Syahrial sendiri menyampaikan pesan penting sebelum melepas jabatannya.
"Perubahan iklim, transisi energi, hingga standar ESG telah menjadikan sustainability sebagai core daya saing bisnis. Ekosistem Pertamina yang besar membutuhkan dukungan riset dan aksi lingkungan yang sepadan," ujarnya.
Ia menambahkan, wilayah operasi Pertamina dapat menjadi living laboratory riset UPER. Program PF pun diharapkan menjadi platform eksekusi serta scale-up solusi keberlanjutan.
Susunan Kepemimpinan Baru
Formasi Dewan Pengawas Pertamina Foundation periode 2026 terdiri dari Robby Rafid sebagai ketua, dengan anggota Arya Dwi Paramita, Ivahtun Nurhayati, Erni Ginting, dan Bambang Pediantoro. Sementara itu, kursi Rektor UPER periode 2026-2031 resmi dipegang Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menggantikan Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir yang menjabat sejak 2023.
Ke depan, Pertamina Foundation berkomitmen memperkuat perannya dalam rantai nilai dan hilirisasi Pertamina Group. Fokusnya pada penyediaan inovasi teknologi bersih, riset terapan, serta penyiapan talenta siap pakai untuk mengakselerasi transformasi energi berkelanjutan.
Pergantian kepemimpinan ini menandai babak baru bagi institusi yang mengemban peran ganda: menjadi jembatan antara ekosistem Pertamina dengan masyarakat, sekaligus garda depan riset energi nasional.