BUMI Kandidat Terkuat Akuisisi Kideco, Valuasi Tembus Rp 18 Triliun

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 09 Oktober 2026 | 11:37:32 WIB
Kantor pusat PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di Jakarta.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — PT Bumi Resources Tbk (BUMI) disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih PT Kideco Jaya Agung, perusahaan tambang batu bara milik PT Indika Energy Tbk (INDY), dengan valuasi yang dilaporkan menembus USD 1 miliar atau sekitar Rp 18 triliun. Laporan DealStreetAsia menyebut BUMI telah melakukan kajian mendalam, bersaing dengan dua nama besar lain di industri tambang global.

Laporan DealStreetAsia mengungkapkan bahwa BUMI tertarik mengambil alih Kideco dari INDY. Selain BUMI, dua calon pembeli lain yang telah melakukan kajian awal adalah Rio Tinto dari Inggris-Australia dan Emirates Global Aluminium (EGA) yang berbasis di Uni Emirat Arab.

Hingga berita ini diturunkan, BUMI memilih menolak berkomentar atas spekulasi pasar yang berkembang. Sikap serupa sebelumnya ditunjukkan INDY yang enggan menanggapi isu yang dilaporkan Bloomberg pada medio 2026.

Valuasi Kideco dan Rencana Pelepasan INDY

INDY sebelumnya dilaporkan berencana melepas kepemilikan Kideco kepada pihak lain dengan nilai valuasi lebih dari USD 1 miliar atau setara Rp 18 triliun. Namun, rencana tersebut belum tentu terealisasi mengingat prosesnya masih dalam tahap penjajakan.

Kideco Jaya Agung merupakan salah satu aset tambang batu bara paling strategis di Indonesia. Perusahaan ini beroperasi di Kalimantan Timur dan telah lama menjadi salah satu kontributor utama produksi batu bara nasional.

Peta Persaingan Calon Pembeli

Persaingan memperebutkan Kideco melibatkan pemain kelas dunia. Rio Tinto, raksasa tambang Anglo-Australia, dan Emirates Global Aluminium (EGA) dari Uni Emirat Arab dilaporkan telah melakukan kajian sebelum mengambil keputusan final.

BUMI sendiri bukan nama baru di industri batu bara dalam negeri. Perusahaan ini memiliki portofolio tambang yang luas dan pengalaman panjang dalam mengelola aset batu bara skala besar. Jika akuisisi ini terwujud, posisi BUMI di pasar batu bara Indonesia akan semakin dominan.

Respons Resmi Indika Energy

Corporate Secretary PT Indika Energy Tbk, Adi Pramono, dalam pernyataan pada pertengahan Juli 2026 menegaskan bahwa perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar.

"Sehubungan dengan pemberitaan media baru-baru ini mengenai portofolio investasi perseroan, perseroan tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar," kata Adi Pramono.

Pernyataan tersebut merespons laporan media yang menyebut adanya rencana pelepasan aset oleh INDY. Meski demikian, pernyataan itu tidak secara eksplisit membantah maupun membenarkan rencana divestasi Kideco.

Apa Artinya bagi Investor BUMI dan INDY

Bagi investor BUMI, akuisisi Kideco berpotensi memperbesar skala produksi dan cadangan batu bara perseroan. Namun, transaksi bernilai triliunan rupiah ini juga menuntut struktur pendanaan yang matang, terutama di tengah volatilitas harga batu bara global.

Dari sisi INDY, pelepasan Kideco bisa menjadi langkah strategis untuk merestrukturisasi portofolio dan memperkuat posisi keuangan. INDY dalam beberapa tahun terakhir memang gencar mendiversifikasi bisnis ke sektor non-batu bara seperti energi terbarukan dan jasa logistik.

Pasar masih menanti kepastian siapa yang akhirnya keluar sebagai pemenang. Proses due diligence dan negosiasi harga menjadi penentu utama apakah valuasi USD 1 miliar yang disebut-sebut dalam laporan tersebut akan bertahan atau berubah seiring dinamika pasar batu bara.

Reporter: Sutomo
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top