Dinas Pertanian Bangka Selatan Catat 2.122 Hektare Lahan Padi Kekeringan, Jadwal Tanam Petani di 4 Desa Mundur

Penulis: Fajar  •  Selasa, 29 September 2026 | 09:32:31 WIB
Lahan padi di empat desa sentra Kabupaten Bangka Selatan terdampak kekeringan seluas 2.122 hektare.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan mencatat 2.122 hektare lahan pertanian di empat desa sentra padi terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Selatan Risvandika menyebut kekeringan membuat petani di Desa Rias, Serdang, Pergam, dan Batubetumpang belum bisa mengolah lahan sehingga jadwal tanam mundur. Pemkab setempat menyiapkan pembuatan sumber air hingga bantuan mesin pompa untuk menekan dampak pada produksi padi.

TOBOALI — Sebanyak 2.122 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bangka Selatan dilanda kekeringan akibat musim kemarau panjang. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Selatan Risvandika mengatakan dampak itu tersebar di empat desa sentra padi sawah. "Kemarau panjang yang terjadi di Bangka Selatan menyebabkan 2.122 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan," kata Risvandika di Toboali, Senin.

Empat desa yang terdampak adalah Desa Rias, Desa Serdang, Desa Pergam, dan Desa Batubetumpang. Sebaran kekeringan paling luas berada di Desa Rias dengan 1.567 hektare. Setelah itu Desa Batubetumpang 323 hektare, Desa Pergam 200 hektare, dan Desa Serdang 32 hektare.

Jadwal Tanam Petani di Empat Desa Terlambat

Kekeringan membuat petani di keempat desa belum bisa mengolah lahan untuk masa tanam saat ini. Risvandika menyebut kondisi itu berdampak langsung pada jadwal tanam. "Akibat musim kemarau yang berkepanjangan ini, petani kita belum bisa mengolah lahan pertanian, sehingga jadwal tanam menjadi mundur. Hal ini tentu berdampak pada produksi padi di Bangka Selatan," ujarnya.

Luasan 2.122 hektare itu bukan angka kecil bagi daerah dengan lahan sawah terbatas seperti Bangka Selatan. Desa Rias yang menyumbang hampir tiga perempat dari total lahan terdampak menjadi titik paling kritis.

Pemkab Bangka Selatan Siapkan Sumber Air dan Mesin Pompa

Pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi lahan yang kekeringan. Risvandika menyebut upaya itu mencakup pembuatan sumber-sumber air. Selain itu, pemerintah menyiapkan peralatan alsintan, khususnya mesin pompa.

Perbaikan infrastruktur juga dilakukan agar petani tidak selalu bergantung pada pompanisasi saat kemarau. "Saat ini juga pemerintah juga melakukan upaya perbaikan infrastruktur, sehingga kedepannya petani saat musim kemarau tidak lagi bergantung pada pompanisasi dalam mengelola lahan pertanian," ujarnya.

Dengan jadwal tanam yang mundur, produksi padi Bangka Selatan berpotensi ikut tertekan pada musim berikutnya. Petani di empat desa menunggu pasokan air yang memadai sebelum kembali menggarap lahan.

Reporter: Fajar
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top