KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine Lia Indi Agustiana menyatakan pelatihan difokuskan pada penguatan kemampuan kepemimpinan nakhoda di atas kapal. Menurutnya, aspek itu menjadi bagian dari upaya membangun safety culture sekaligus menopang keandalan operasional perusahaan.
Nakhoda memegang peran sentral dalam setiap operasi kapal tunda. Keputusan yang diambil di ruang kemudi menentukan keselamatan jiwa, aset, dan barang yang diangkut. Karena itu, Pelindo Marine memandang penguatan kompetensi pemimpin kapal sebagai investasi langsung pada kualitas layanan.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi, manajemen, dan regulator. Materi disusun berdasarkan kebutuhan lapangan yang dipetakan lewat survei terhadap pelaksanaan IHT sebelumnya. Tujuannya agar pengembangan kompetensi lebih tepat sasaran dan relevan dengan tantangan operasional kapal.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, hadir memberi perspektif mengenai peran strategis nakhoda. Ia menegaskan posisi nakhoda sebagai penentu arah dan keselamatan pelayaran.
"Nakhoda sebagai pemimpin menentukan arah. Sikap nakhoda menentukan keselamatan, baik jiwa, aset, maupun barang, bukan hanya ucapan dan teori, tetapi wajib dijalankan sesuai peraturan yang berlaku karena menjadi bagian penting dalam mewujudkan keselamatan pelayaran," ujar Agustinus.
Materi pelatihan tidak hanya menyentuh aspek teknis navigasi. Peserta mendapat pembekalan soal teknik pemberian umpan balik konstruktif, coaching, dan pemberdayaan tim. Kemampuan ini dinilai penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif antara nakhoda dan kru.
Nakhoda KT. Hang Tuah IV, Abdul Rahman Ali, merasakan langsung manfaatnya. Menurut dia, materi tersebut membantunya membangun komunikasi yang lebih baik dengan kru dan menciptakan kerja sama tim yang lebih solid dalam mendukung operasional kapal.
Program IHT bagi pelaut ini telah berjalan konsisten selama tiga tahun. Respons peserta tercatat positif, dan Pelindo Marine berkomitmen melanjutkan penyelenggaraan pelatihan secara berkelanjutan.
PT Pelindo Marine Service merupakan bagian dari grup usaha BUMN Pelabuhan Indonesia. Lini bisnisnya mencakup jasa penundaan kapal di pelabuhan, operasional kapal pandu, jasa kapal tug-assist untuk operasional offshore, perbaikan kapal, dan keagenan kapal.
Kualitas sumber daya manusia di sektor ini menjadi penentu daya saing. Dengan 73 nakhoda yang kini dibekali kemampuan kepemimpinan lebih kuat, Pelindo Marine berharap standar keselamatan dan keandalan layanan di pelabuhan-pelabuhan utama tetap terjaga — sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa maritim yang profesional di lingkungan Pelindo Group.